Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cinta Monyet dan Bebek Jantan



Pernah lihat monyet? Iya betul, moooo….nyet! Kera kecil yang sering menipu babonnya tatkala sedang ngejar-ngejar lawan jenisnya.

Nah, kalau sudah urusan ngejar-ngejar lawan jenisnya, si monyetttt… hilang nafsu makan, hilang nafsu berteman, hilang rasa punya sahabat.

Kok bisa? Yaeyalah, bisa. Begini kisahnya yang pertama:

Sewaktu duduk di bangku SD Kelas V, ada dua anak manusia beda jenis yang sering manas-manasi mata teman sekelas dan bisa jadi satu pekarangan sekolah.

Sebutlah namanya Idur dan Ira. Nah, Idur dan Ira ini diam-diam saling kejar-mengejar perasaan mereka berdua.

Idur punya perasaan ke depan ke Ira dan si Ira punya perasaan ke depan ke Idur. Jadilah Idur dan Ira sering pamer berduaan di depan teman-temannya.

Ke mana-mana dan di mana-mana mereka terlihat sering berdua. Saat upacara bendera berdua. Saat ke kantin berdua. Saat mojok berdua. Dan yang lebih nyebelin, saat istirahat mereka juga sering terlihat berdua di dalam kelas. Al akhirnya, bikin norak (berlebihan melampiaskan cinta monyetnya) ke teman-teman sekelas.

Apa mau diingetin dan diusir ini si Idur dan si Ira? Ya enggaklah, lha wong mereka pake bedak tebal dan sepertinya bermuka badak! Wek ewek ewek…

Lebih norak lagi, mereka pamer kemesraan saling suap cilok Mpok Itis di pojok parkiran, di ruang kelas, dan di belakang kantin. Bikin cemburu gelar pasukan semut hitam yang bergerak dari medan kebun jagung menuju kebun pengungsian atap gedung sekolah.

Apakah cinta monyet si Ira dan si Idur abadi dan indah bak Putri Cinderela? Ataukah berakhir tragis seibarat kisah Romeo dan Juliet yang nekat mengakhiri hidup mereka? Mungkinkah juga mengulang kisah Shah Jahan dan Arjumand Banu Begum di India? Entahlah, sebab penulis cerita sudah putus kontrak sejak zaman baheula… hahaha…

Kisah cinta minyot kedua. Uh…typosialant, cinta monyet kedua:

Skenaria dibuka dengan tiga tokoh utama Iflex, Auy, dan Lazdy. Mengisahkan perburuan cinta segitiga monyet di bangku SMP. Kejar mengejar dan berusaha saling rebut hati si Auy dilakukan secara terselubung oleh Iflex dan Lazdy.

Iflex diakui alam semesta sebagai sosok pelajar nan cemerlang otaknya. Empat bahasa dikuasai dengan baik, Bahasa Sunda, Batak, Indonesia, dan Inggris. Urusan hitung-menghitung, si Iflex punya saingan berat, Lazdy namanya.

Iflex dan Lazdy kemampuan matematikanya diakui guru Haut. Sang guru mengeluarkan  2 rumus, Iflex dan Lazdy bisa tembus 9 rumus. Inilah yang membuat Guru Haut mati-matian di bidangnya…Aih…hihihihi…

Persaingan Iflex dan Lazdy berlanjut. Bermodal otak encer seperti air pancuran yang deras mengucur dan wajah tampan bin menawan, mereka sering menjadi idola putri-putri alam kahyangan putih biru. Kemana-mana selalu diikuti. Kerja kelompok diikuti, ke perpus diikuti, ke kantin diikuti. Persis bebek jantan…xixixixi….

Diam-diam menghanyutkan, Iflex dan Lazdy kesengsem sama Auy. Kecantikan si Auy memang tiada lima. Melebihi cantiknya Suzanna dan Lunah Maya…ehm…

Pada suatu hari, ruang kelas IX Z gempar seakan diguncang gempa. Surat cintrong yang rencananya mau diberikan Lazdy ke Auy jatuh di dalam kelas. Alhasil ditemukan Arted dan dengan lantang dibacakan di depan banyak pemirsa. Gaduhlah suasana dan penuh gelak tawa.

Lazdy terdiam. Wajahnya merah membara menahan amarah ke Arted. Menahan rasa malu ke Auy dan teman yang hadir. Tetapi, bubur sudah terlanjur masuk ke perut, Auy terdiam dan hanya tertunduk, sebab yang ada di hati Auy adalah si Iflex. Dalam hati Auy berkata,”Andai surat Iflex yang jatuh. Ah…entahlah.”…ahaaa…

Saat kelas masih gaduh dan ramai, Iflex berlari melayang-layang ke luar. Ditujunya ruang toilet nan sepi. Di tempat ternyaman mencabik-cabik gundah gulana, Iflex tumpahkan tangis kekecewaan nan membahana…huaaaa…

Sudah ya…cukup sekian…capek wes ngetiknya…hahahaha…   

 

*Eh, jangan dikira cerita ini fiksi semata. Ini kisah non fiksi. Hanya saja, para tokoh dipoles sedemikian rumitnya agar lebih membahenol. Paham khan?…hehehehe…

*Selamat Ulang Tahun, Mbak Apriani Dini. Semoga selalu sehat dan bahagia.     

 

 

Arif.R.S.
Arif.R.S. Menyenangi kata yang kesepian dan gaduh

13 komentar untuk "Cinta Monyet dan Bebek Jantan"

  1. Uhuy .. cingta mongnyet, cingta gak ku-ku 🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uk uyyyy....hihihi...

      Terima kasih Mbak Widz, nyempetin ngebacah... :)

      Hapus
  2. Hahahaha.. kayaknya, tokoh-tokohnya kenal nih. Tapi di mana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. di Gang Sapi. Hayoooo ngaku aja Om Budi....hahaha...

      Hapus
  3. Salam buat tokoh-tokohnya ya ☺️😁😁 makasih pak Guru sudah berbagi kisah 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga tambah semarak Acara Ulang Tahunnya, Mbak Dini... :)

      Hapus
  4. Hehehe.. keren, Mas Arif 😅👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Stttt! Jangan bilang-bilang letak kerennya ya Om...hehehehe....

      Hapus
  5. Semprul...pinjem nama acak gak bayar royalty, wakakakak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya nggaklah, khan sudah dijadiin starring...hahahaha... ampiyunnnn....

      Hapus
  6. Pasti gurunya namanya Arif 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha, kok tahu.....hebat ini...hehehehe....

      Hapus