Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi : Mungkin Saat Ini Waktunya Membisu

 


Ilustrasi Puisi : Mungkin Saat Ini Waktunya Membisu. Sumber : Afif Hasbullah

*Mungkin Saat ini Waktunya Membisu* (Judul oleh : Swarna)

Waktu merambat pelan,
seperti menghitung langkah di jalan terjal.
Jam dinding tanpa jarum jam. 
Pendulum mengayun tak tentu arah.
Dalam sunyi  yang gelisah. 

Mungkin saat ini waktunya membisu.
Langit biru, laut biru dalam temaram langit penuh haru.
Dalam keheningan yang menghimpun rindu. 

Entah kemana rindu ini akan mengalir.
Sedang angin tak lagi semilir. Diam.
Dalam rencana yang tak tahu kemana akan berakhir. 

Sunyi. Sepi. Hening.
Dan langkah berat yang tak pasti.
Kata tak lagi bersuara.
Senyap ditikam gelap.
Pekat menghantam harap.
Cemas yang tak jelas. 

Gelisah dalam desah.
Resah dalam rindu yang nyaris kehilangan arah.
Cinta bukan lagi tentang berserah.
Namun deru nafas yang terengah dan mendekap jengah. 

Mungkin saat ini waktunya membisu.
Waktu yang semu.
Kerinduan yang membisu.
Cinta dalam kabut jemu. 

Biarlah angin membawanya pergi. Sejenak. 
Kembali. Nanti, jika semua risau telah menepi.

Mas Han
Mas Han Arkeolog, Belajar Menulis

10 komentar untuk "Puisi : Mungkin Saat Ini Waktunya Membisu"

  1. Wah jadi kereeennn puisinya, ajib 👍👍👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mbak Aliz ..karena judulnya menginspirasi...hehehe

      Hapus
  2. Waktu membeku, lalu gagu dalam kelu

    BalasHapus
  3. Puisi Membisu membuatku gagu, speechless! Keren Mas Han! 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aih..sayapun bgtu Mbak Widz...speecless ...hehehe...Thanks Mbak Widz

      Hapus
  4. Pakai suara hati saling membisiki

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suara hati yang terdengar lirih...thanks Pak Katedra

      Hapus
  5. waah... kereeenz...
    puisinya apik, judulnya aq banget...
    mba Aliz, 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh gitu ya ..Mbak Lintang jg kereeen...thanks Mbak Ayu

      Hapus