Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi : Kita Yang Penuh Hening

Ilustrasi Puisi : Kita Yang Selalu Hening. Sumber : Dokumen Pribadi

Kekasih, malam ini begitu dingin. Beku.
Tapi kau tau bahwa kehangatan ada dalam batin kita.
Meski tak harus selalu merupa dan terucapkan.

Selalu ada malam yang hangat untukmu.
Selalu ada pagi dengan mentari
yang kupersembahkan untukmu.
Selalu ada purnama di malam-malamku untukmu. 

Pantai dan buih yang memecah pagi,
adalah keheningan hari-hari
yang menunggui jejak langkah kita. 

Kekasih, aku selalu membagi malam
yang penuh bintang dan syahdu
untuk menghiasi sunyi kita.
Agar malam lebih berbesar hati
menemani kita dalam setiap penantian rindu.

Angkasa dan sinar rembulan juga gemerlap
bintang masih milik malam kita.
Sinarnya bukan hanya di pelupuk mata,
tapi menyemburat di dalam batin kita
yang selalu syahdu. Merindu

Rindu kita adalah sebuah rahasia
yang tak pernah terjawab waktu.
Tapi kau tau, semua tentang rindu adalah kita.
Selalu menjawab tentang kita
yang ingin selalu saling menyapa.

Kita adalah pagi dan siang
yang selalu bercahaya.
Kita adalah malam dengan segala gemerlapnya.
Kita adalah rindu dalam sunyi.
Namun menari di setiap penantian
dan perjumpaan musim. 

Berbeda namun silih berganti.
Saling menanti. Rindu

Mas Han
Mas Han Arkeolog, Belajar Menulis

11 komentar untuk "Puisi : Kita Yang Penuh Hening"

  1. Aduuhh .. yang lagi rindu .. ☺️

    BalasHapus
  2. Kekasih yang saling merindu.

    Dahsyat.

    BalasHapus
  3. Ehm, ehm... Maaf sampek batuk...hehehe...

    BalasHapus
  4. nape kek pernah liat... dimana yha... πŸ§πŸ™„πŸ€”πŸ€­πŸ˜¬πŸ˜„πŸ˜

    kereeeenz....

    BalasHapus
  5. Rinduku adalah sebuah rahasia

    Waziieeekkk

    BalasHapus
  6. Selalu ada bukan purnama untukku malam-malam, bahagianya.

    BalasHapus
  7. Wahh.. ga pernah ketinggalan update-an puisi dari secangkir kopi bersama. Sukses selaluu yaa

    BalasHapus
  8. Jika merindu
    Jangan lupa sebut namaku
    Tiga kali
    Ya cukup tiga kali
    Aku tetap tidak akan datang
    Karena aku bukan cenayang

    Hehe :)

    BalasHapus