Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

GAME WATCH ADIKKU

 

Foto oleh Artem Podrez dari Pexels



Halooo sahabat-sahabatku, bagaimana keadaannya, semoga baik-baik saja ya. Oh iya ini ada karya peserta didik saya, sekarang bisa disebut alumni, karena sudah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Dasar dan sekarang sudah menjadi siswa SLTP nih. Tulisan ini sebagai kenang-kenangan ketika Aydin kelas VI dan kumpulan cerpen ini sudah dibukukan. Hehehe pamer dikit ga apa-apakan??? ๐Ÿ˜


GAMEWATCH ADIKKU

KARYA: AYDIN OKTANDITYA

Hai perkenalkan namaku Aydin Oktanditya, umurku 12 tahun, aku bersekolah di SDN Sunyaragi 2, Aku mempunyai seorang adik perempuan yang bernama Ayesha Andita Putri, ia berumur 5 tahun. Adikku suka sekali bermain bersama teman-temannya, ada Viona dan Aira, setiap hari mereka selalu bermain bersama, kadang aku ikut juga  bermain bersama mereka, karena mamahku suka menyuruhku untuk menjaga dan menemani adikku bermain di luar rumah. Pada suatu hari mereka bermain bersama, tiba-tiba viona memamerkan mainan barunya. 

”Hai, lihat aku punya mainan loh”

 “Wahhhh, bagus sih mainannya”

Awalnya kulihat mereka bermain bersama tetapi karena mainannya ada satu, mereka berebut untuk memainkannya. Akhirnya Aku ajak Yesha pulang ke rumah untuk membeli mainan sendiri.

"Mah, Yesha nangis”

”Kenapa Yesha nangis bang?”

"Itu Yeshanya minta dibeliin gamewatch, kaya punya Viona”

"Ooooh, nanti minta ke ayah”

Sore harinya Yesha masih merengek meminta gamewatch, beberapa saat kemudian ayah pulang, Yesha langsung membuka pintu dan berlari mendekati ayah.

 “Ayah” rengek Yesha

”Iya, kenapa”

"Ayah, beliin aku mainan kaya punya Viona”

"Mainan kaya punya Viona tuh kaya gimana”

"Itu loh yah, mainan gamewatch” Aku ikut menimpali.

"Oh gamewatch, nanti ayah belikan di toko mainan”

"Besok aja belinya yah”

”Insya Allah……”

Berhari-hari Yesha menunggu, tapi ayah belum membelinya, karena sibuk bekerja jadi ayah tidak bisa mengantarkan Yesha ke toko mainan untuk membeli mainan yang diinginkan. Akhirnya, ayahku berinisiatif untuk membelinya di toko online, setelah menunggu 3 hari akhirnya sampai juga paket yang ditunggu, kemudian adikku membukanya dengan senang.

"Dek, paketnya udah sampai ya?”

"Iya, aku senang sekali”

"Coba dibuka” kataku penasaran

"Wah bagus” mata Yesha berbinar melihat mainannya.

Akhirnya Yesha dapat bermain gamewatch bersama-sama dengan gembira dan tidak berebutan mainan lagi.

Rumah Fiksi 1919
Rumah Fiksi 1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan

14 komentar untuk "GAME WATCH ADIKKU"