Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Politikus Hyena dan Jokowi End Game

 

Politikus Hyena dan Jokowi End Game

Menarik apa yang dilakukan oposan beberapa waktu terakhir. Oposan bukan berarti semata partai, namun bisa jadi juga ormas dan pihak yang masih sakit hati. Sederhana kog polanya. Permainan dan pemainnya juga identik. Itu lagi-itu lagi.

Usai banyak taggar yang booming di media sosial, sudah dianggap itu representasi faktual di lapangan. Kadang mereka lupa, bahwa permainan ini hanya dikendalikan oleh beberapa pihak dengan berbagai cara.

Sering netizen sudah menengarai dengan bukti-bukti yang cukup meyakinkan, hanya karena belum menjadi bukti hukum, masih sebatas kemungkinan besar. Selalu itu-itu saja ada di balik demo ini dan itu sejak pilpres 2019.

Penolakan UU Ciptaker, UU KUHP, UU KPK, dan kini malah soal pandemi. Ini sekelas binatang perilaku mereka, yang mengorbankan orang lain demi hasrat mereka sendiri. Ellit ini mana mau turun ke jalan, panas, potensi terpapar covid, hasil belum tentu.

Kemarin, membaca sebuah artikel yang menyamakan keadaan ini, atau para pelaku, bukan yang di lapangan  ini adalah hyena. Hewan yang sebenarnya bisa “bekerja sama” untuk melakukan keroyokan demi merebut daging buruan dari  mulut binatang lain.

Sayangnya mereka bukan berburu sendiri, namun lebih suka merebut apa yang sudah diperoleh oleh binatang lain. Culas  bahasa saya, kalau penulis itu menyematkan kata licik. Kurang adab dalam berperilaku.

Hari ini, katanya ada aksi, di mana melibatkan anak-anak, STM, dan mahasiswa, ingat kisah demo usai pilpres. Tidak jauh-jauh, itu lagi- itu lagi.

Lebih memilukan ini di tengah pandemi. Keadaan prihatin global, bukan hanya negara ini. Toh,  hyena yang haus jabatan mana mau tahu. Masih pula banyak warga yang mau dikibuli.

Syukur bahwa itu semua gagal, karena beberapa hal,

Logistik dibawa kabur oleh koorlap. Ini lucu, sekaligus miris, kalau sekelas mahasiswa sudah nilep uang, akan ke mana masa depan bangsa ini. Hal yang juga sering menjadi candaan dan dikulik oleh netizen.

Pengalaman bahwa petugas tegas, pengalaman demo Bandung waktu lalu. Jelas ini membuat para pelaku lapangan takut dan jerih. Tindakan tegas terukur perlu, karena sangat membahayakan banyak pihak.

Isu bahwa partai tertentu sangat pelit, mauanya hasil gede modal minim. Ya selesai sebelum aksi.

Ketiganya sangat mungkin benar demikian. lapor polisi penggelapan tidak akan mungkin. Semua tentu takut terbongkar boroknya. Keberanian yang membawa dana lumayan juga, perhitungnnya cukup matang.

Masih tetap bersama Jokowi untuk mengatasi pandemi. Tidak ada satu kepala negarapun saat ini yang bisa dikatakan gilang gemilang. Kerja sama semua pihak jauh lebih penting dari pada sekadar ganti presiden.

 

Susy Haryawan

 

 

4 komentar untuk "Politikus Hyena dan Jokowi End Game"

  1. Pusing ya ngurusin Negara. Orang2 senangnya mengritik tapi tidak membantu memberikan solusi. Miris!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dasarnya bukan perbaikan tapi asal beda konteksnya emang jadi asal beda

      Hapus