Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

[Rangkuman] Kisah Si Belah Mencari Tuhan


[Rangkuman] Kisah Si Belah Mencari Tuhan
[Rangkuman] Kisah Si Belah Mencari Tuhan

Kisah ini bercerita tentang perjalanan hidup seorang anak manusia yang di panggil Si Belah oleh orang-orang di sekitarnya karena keadaan fisiknya yang hanya memiliki anggota tubuh sebelah saja. Tidak banyak informasi tentang siapa sesungguhnya sosok yang oleh orang-orang yang pernah bertemu dengannya itu di panggil dengan nama Si Belah. Hingga kisah ini dituliskan, tidak ada yang tau siapa sesungguhnya nama asli dari sosok yang menjadi tokoh utama di dalam cerita ini.


Di dalam dongeng para sufi, sosok Si Belah ini digambarkan hanya memiliki anggota tubuh sebelah saja. Si Belah hanya memiliki satu kaki, satu tangan, satu hidung, satu mata dan satu telinga. Tokoh utama dalam cerita ini digambarkan tidak sempurna secara fisik, kondisi fisiknya digambarkan tidak seperti manusia pada umumnya.

 


Dalam cerita ini tidak digambarkan tentang kondisi kebatinan Si Belah yang merasa di perlakukan tidak adil oleh Yang Maha Pencipta.

Kisah fiksi ini hanyalah sekelumit kisah tentang perjalanan panjang Si Belah di dalam mencari Tuhan yang pada akhirnya sampai kepada tahapan “Siapa Aku? Dan siapa sesungguhnya Tuhanku.”

 


Tidak banyak informasi yang penulis dapatkan untuk menjelaskan berapa lama Si Belah ini mengembara dari satu tempat ke tempat lainnya, sebelum akhirnya Ia benar-benar bertemu dengan Tuhan.

Beberapa sumber menceritakan bahwa di awal perjalanannya mencari Tuhan, Si Belah ini berjalan mengelilingi dunia dalam keadaan yang begitu marah kepada Dzat yang telah menciptakan dirinya, Si Belah merasa bahwa Tuhan yang katanya Maha Adil itu telah berbuat semena-mena di dalam menciptakan dirinya.

 


Dalam perjalanan panjang yang melelahkan itu Si Belah bertemu dengan beberapa kaum yang tengah berselisih paham, beberapa kaum yang dijumpai Si Belah itu tengah berdebat dan akhirnya saling membunuh antara satu dengan yang lainnya, masing-masing berpendapat bahwa nama dan cara menyembah Tuhan milik merekalah yang paling benar di dunia ini.

 


Dalam kisah ini penulis juga tak lupa menceritakan bahwa selain bertemu dengan beberapa orang yang masih berselisih paham antara satu dengan yang lainnya akibat beda cara di dalam menyebut dan memanggil nama Tuhan, diceritakan juga tentang pertemuan Si Belah dengan seorang wanita ahli ibadah di pinggir Kali dan seorang pelacur yang merasa dirinya begitu hina, Si Pelacur itu merasa dirinya memiliki banyak dosa. Singkat cerita, di akhir pertemuannya si Pelacur itu menitipkan pesan kepada Si Belah jika kelak benar-benar bisa bertemu dengan Tuhan."Kelak Ia akan dimasukan ke dalam Surga apa Neraka."


Seperti layaknya naskah drama di atas panggung sandiwara, tokoh sentral yang digambarkan sebagai sosok yang memiliki banyak kekurangan ini di kisahkan menemukan cinta sejatinya ditempat hiburan malam, tempat yang oleh sebagian anak manusia lainnya dianggap sebagai tempat yang hina karena hanya diisi oleh para pendosa.

 


Fokus utama cerita ini adalah tentang misi besar Si Belah yang bertekad ingin menjumpai Tuhannya dengan satu tujuan, yaitu ingin bertanya dan meminta keadilan kepada Tuhan yang telah menciptakan dirinya.

Walau Kisah ini diilhami dari cerita para sufi, tetapi cerita ini tidak ditutup seperti versi dongeng aslinya yang kisahnya ditutup setelah adegan Si Belah berhasil menemui Tuhannya.

 

Kisah Si Belah Mencari Tuhan ini unik karena tayang secara bersambung dari satu situs ke situs lainnya, sebut saja Kompasiana, secangkirkopibersama.com, rumahfiksi.com dan warkasa1919.com yang antar bagian saling konek antara satu situs dengan situs lainnya.

 

Berikut ini adalah rangkuman dari Kisah Si Belah Mencari Tuhan mulai dari bagian satu sampai dengan bagian tujuh belas yang sudah tayang di beberapa situs berbeda.

  1. 1.      Bagian Satu (Kompasiana)
  1. 2.      Bagian Dua (Kompasiana)  
  1. 3.      Bagian Tiga  (Kompasiana) 
  1. 4.      Bagian Empat  (Kompasiana) 
  1. 5.      Bagian Lima  (Kompasiana) 
  1. 6.      Bagian Enam (Kompasiana)   
  1. 7.      Bagian Tujuh (Secangkirkopibersama.com)  
  1. 8.      Bagian Delapan  (Secangkirkopibersama.com)    
  1. 9.      BagianSembilan (Warkasa1919.com)  
  1. 10.  Bagian Sepuluh (Rumahfiksi.com)
  1. 11.  Bagian Sebelas (Warkasa1919.com)  
  1. 12.  Bagian Dua Belas (Rumahfiksi.com)  
  1. 13.  Bagian Tiga Belas (Warkasa1919.com)   
  1. 14.  Bagian Empat Belas (Rumahfiksi.com)   
  1. 15.  Bagian Lima Belas (Warkasa1919.com)  
  1. 16.  Bagian Enam Belas (Rumahfiksi.com)  
  1. 17.  Bagian Tujuh Belas (Warkasa1919.com)  

 

Di akhir kata, penulis mengucapkan selamat membaca dan merasakan suasana yang berbeda dalam membaca sebuah cerita karena harus berselancar dari satu situs ke situs yang lainnya. Dan sekali lagi, Kisah Si Belah Mencari Tuhan ini hanyalah kisah fiksi semata, jika ada kesamaan nama, tempat dan waktu, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Warkasa1919
Warkasa1919 Setiap cerita pasti ada akhirnya. Namun di dalam cerita hidupku, akhir cerita adalah awal mula kehidupanku yang baru.

16 komentar untuk "[Rangkuman] Kisah Si Belah Mencari Tuhan"

  1. Tidak terasa si Belah sudah selesai cerita perjalanannya dan berakhir bahagia πŸ˜‰

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, gak terasa aja udah 10 bulan ya cerbung ini☺️😁

      Hapus
  2. Keren dah staminanya untuk membuat serial kisah bagus ini

    Selamat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah berkenan membacanya om Bud☺️😁

      Selamat pagi dan salam hangat, mari ☕☕πŸ˜‚

      Hapus
  3. Kita buat lagi cerbung yang baru😁

    BalasHapus
  4. Legend, ini cerpen yang memicu saya untuk menulis cerpen

    Terima kasih Bu Dinni dan Mas Warkasa

    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah berkenan membacanya bang Indra. Salam hangat dan mari ☕☕😁

      Hapus
  5. Tinggal dibukuin🀭🀭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, rencana udah ada, tinggal cari dana nyaπŸ˜‚ terimakasih sudah berkenan membacanya, salam hangat dam mari ☕☕πŸ˜‚

      Hapus
    2. Yu ah bukuinπŸ˜‚πŸ˜€

      Hapus
  6. Balasan
    1. Terimakasih sudah berkenan membacanya☺️πŸ™

      Hapus
  7. Mangtap nih cerita si Belah! Maaf baru sempet baca. Ditunggu crrita selanjutnya πŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih udah berkenan membacanya, mbak WidzπŸ˜πŸ™ yuk mari ☕☕😁

      Hapus