Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Surat Lurah Minta THR Viral di Medsos

Tangkapan layar surat permintaan bantuan THR/parsel dari salah satu kelurahan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Surat itu beredar di media sosial dan grup WhatsApp, Kamis (29/4/2021) malam.(Tangkapan layar Instagram) via kompas.com
Tangkapan layar surat permintaan bantuan THR/parsel dari salah satu kelurahan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Surat itu beredar di media sosial dan grup WhatsApp, Kamis (29/4/2021) malam.(Tangkapan layar Instagram) via kompas.com

Sebuah foto surat tertanggal 28 April 2021 viral di medsos. Permintaan bantuan THR atau parsel kepada sejumlah pengusaha setempat itu boleh dianggap resmi. Demikian, karena dicetak di atas kertas berlogo Kelurahan Jombatan, Jombang, Jawa Timur. Surat itupun ditandatangani oleh Lurah dan distempel basah Kelurahan.

Permintaan bantuan untuk Lebaran mendatang ditujukan kepada: pemilik usaha, toko, dan rumah makan di sekitar.

Dengan kata lain, melalui surat resmi itu Pak Lurah minta gratifikasi dan imbalan, yang termasuk salah satu tindakan korupsi, apabila tidak dilaporkan.

Tentu saja tindakan korupsi itu membuat pengusaha serba salah. Tidak dipenuhi, bisa timbul akibat tidak mengenakkan. Bila dipenuhi, kondisi keuangan menjelang lebaran kembang kempis.

Dalam bentuk berbeda, tindakan itu pernah saya alami beberapa tahun lalu.

Saat masih bekerja di Jakarta, menjelang lebaran di atas meja kerja saya menggunung permintaan sumbangan THR. Surat-surat tersebut berasal dari berbagai instansi pemerintah.

Mau diabaikan, kelancaran usaha di masa depan bisa terdampak. Kalau dituruti, persediaan keuangan didedikasikan untuk membiayai operasional, membayar gaji dan THR karyawan sebentar lagi.

Pusing pala berbie!

Akhirnya, dari tumpukan surat disortir, mana yang perlu mendapat perhatian sampai dengan yang kira-kira bisa diabaikan. Semua nadanya serupa, minta dengan halus, tetapi terasa aura ancamannya.

Muncul dilema yang harus diselesaikan. Harus dihadapi. Setelah menimbang dengan matang, saya memutuskan satu hal, yaitu akan mengadakan pertemuan dengan mereka secara bergiliran.

Sebelum itu, saya menghubungi seorang teman yang berkantor di Kuningan, Jakarta. Beberapa perlengkapan saya perlukan untuk ditempatkan secara mencolok di ruangan kerja saya.

Setelah semua lengkap terpasang, saya menjadwalkan pertemuan dengan para peminta-minta itu satu persatu.

Secara berulang-ulang sesuai dengan jumlah surat, saya menyampaikan hal yang sama, sebagai berikut:

“Maaf, untuk tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya, saya tidak dapat memenuhi permintaan THR dari instansi Anda. Hal ini sesuai dengan pembicaraan dengan sahabat saya.”

Sejenak mereka terlihat marah, tapi kemudian mendadak layu, setelah melirik jam dan kalender yang menempel di dinding, asbak serta kalender di atas meja berlogo Komisi Pemberantasan Korupsi, yang pada saat itu namanya memang menggetarkan.

Sumber rujukan: 1


1 komentar untuk "Surat Lurah Minta THR Viral di Medsos"