Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa Poltak Tidak Makan Babi?

Ilustrasi dari detik.com/istimewa

 

Orang Batak Toba umumnya pemakan daging babi.  Saya bilang, umumnya.  Sebab ada juga orang Batak Toba yang tak makan daging babi.  Mereka adalah golongan beragama Muslim.

Di Tanah Batak sana, ada tempat makan khusus bagi Batak Muslim.  Di kota atau pajak (pasar) ada Rumah Makan Muslim.  Tidak menyediakan lauk berbahan daging babi dan anjing.  Di pesta adat, untuk mereka disediakan ruang khusus terpisah dan makanan halal.  Lazimnya ikan mas arsik dan gulai ayam. Golongan ini disebut parsubang, orang yang memantangkan jenis makanan tertentu, karena larangan agamanya.

Dulu, waktu di kampung, Poltak sering menyaru masuk ke ruang khusus parsubang.  Alasannya, bagi Poltak, gulai ayam ala Batak dan ikan mas arsik jauh lebih nikmat ketimbang saksang babi.  

Tambahan lagi, sektor pemakan daging babi di acara pesta adat  tergolong ketat persaingannya.  Hal itu konsekuensi dari cara makan orang Batak dalam pesta.  Lazimnya bancakan, seperti cara makan di restoran Arab.  Berempat atau berlima makan dari satu wadah lebar, daun pisang atau tampi segi empat.

Nah, berhubung kecepatan makan Poltak lelet, maka dia selalu tampil sebagai orang yang masih lapar saat makanan sudah bersih disikat rombongan bancakannya. Bisa dibayangkanlah laparnya, karena jam makan dalam pesta adat Batak rajin molor sampai lupa lapar. Sebab dalam pesta adat Batak kata-kata harus tuntas dulu sebelum bersantap.

Tapi benarkah Poltak tidak makan babi?  Ya, benar sekali!  Lha, tapi Poltak kan orang Batak, beragama Kristen.  Jadi tidak memantangkan babi. Harusnya makan, dong?

Hei, biar Batak, biar Kristen, tak bisalah Poltak makan babi.  Memangnya kamu pikir Poltak itu karnivor semacam harimau Sumatera? Mikir! (efte)



Felix Tani Sosiologi Pedesaan, Studi Pembangunan, dan Sosionomi Pertanian. Peneliti, penulis, petani, dan konsultan lepas. Menulis artikel sosiologi, ekonomi, dan pertanian di sejumlah buku, jurnal ilmiah, majalah berita, dan surat kabar. Menulis dan menyunting sejumlah buku ilmiah.

5 komentar untuk "Mengapa Poltak Tidak Makan Babi?"