Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Matamu?


Selain Engkong Felix,  saya juga mau mengulik masalah mata. Mata ini memang sangat menarik untuk dibahas, bukan hanya karena fungsi dan manfaatnya saja tetapi juga makna dan intonasinya. 

Sebuah kata mata bisa menjadikan seseorang baper tingkat kelurahan,  kecamatan,  bahkan internasional baik pujian maupun umpatan. 

Sangat memprihatinkan bila mata itu dijadikan kambing hitam sebuah kekesalan. Kalau pelawak yang mengatakan itu sebagai sarana lawakan,  sama halnya dengan misuh (yang mendengar sebenarnya tidak nyaman).

Seperti pelawak Jawa Timuran Kartolo dkk,  untuk menarik gelak tawa penonton mereka sering menggunkan kata matamu untuk menyatakan suatu perasaan jengkel. Dalam lawak melihat lawan bicaranya jengkel kan jadi seru.

Kalau kata matamu dalam keseharian pun melihat intonasi dan obrolan yang sedang dibicarakan, saat becanda atau sedang marah. Kalau becanda dengan sesama pasti itu ucapan yang biasa saja.

Eh tapi kalau marah mengucapkan matamu jangan sampai salah sasaran, itu bisa menyakitkan. Apa lagi mengatainya pada kucing atau ayam apa lagi cicak-cicak di dinding yang sedang lewat yang tidak pernah tahu mengapa kerikil itu tajam, tapi tak setajam lidah. 

Hidup ini hanya sisa usia yang kita punya jadi berhati-hati saja, gajah mati tinggalkan gading,  macan mati tinggalkan belang, kita mati jangan sampai tinggalkan matamu. 

Jadi jangan lupa sruput dulu kopinya ya.



Selasa,  18 Mei 2021

 


6 komentar untuk "Matamu?"

  1. Kalau mata-mata itu adalah orang yang matanya banyak, ya mbak dimana-mana diawasi 🤣

    BalasHapus
  2. Hahaha ...ada lagu "Mata" ya ...lupa2 ingat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu nganu
      Dua matasaya hidung saya satu
      Hihihi

      Hapus
  3. Bukan soal mata, tapi artikel ini dituturkan secara menarik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Opo iyi toh Ayah Tuah?
      Padagal lagi umep haha
      Saya njiplak gaya Engkong

      Ah penjiplaker begini
      Hahaha

      Hapus