Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mari Berjabat Tangan, Wahai Kawan

Ilustrasi berjabat tangan dengan kawan oleh Geralt dari pixabay.com
Ilustrasi berjabat tangan dengan kawan oleh Geralt dari pixabay.com

Hey, kita jumpa lagi kawan.

Aku tidak lupa, kelam menelan sekian purnama, pada malam-malam rawan.

Kucari di ujung wahana. Ruang cemerlang gegap-gempita. Kutemui sumber suara, pun gemerlap cahaya. Dentum beruntun bersama dentam. Pijar strobo kejar lampu disko

Aku menemukan ruang hampa nan fana juga sementara. Engkau tiada.

Dalam gamang aku menjejak buntu. Di antara batu-batu di tengah rimbun dan pokok-pokok pohon bisu, halimun menitikkan embun.

Rintik gemericik pilu. Lidah kelu lantunkan lagu syahdu. Kini aku menjumpaimu demi rindu membeku.

Jadi, jangan pergi lagi kawan. Temani saja aku di sini, pada sejatinya sepi.

Mari berjabatan tangan, mari berangkulan, wahai kawan bernama: KEGELAPAN.


8 komentar untuk "Mari Berjabat Tangan, Wahai Kawan"

  1. Woowww....kereen sangat Pak Budi....top markotop..diksi2nya mumpuni...ampuh tenan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe, lumayan. Mengikuti jejak Mas Wuri.

      Hapus
  2. Nah, mantap ini. Saingan Daeng Khrisna.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, rasanya terbang. Terima kasih, Engkong Felix.

      Hapus
  3. Balasan
    1. Terima kasih, Mas Warkasa. Kirim sini kopinya.

      Hapus
  4. OmBud, kok komenku hilang? Apa salah teken? 🤣
    Keren nih OmBud. Jangan sampe KP tahu yaa,, 🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya belum ada komen Mbak Widz, kecuali ini.
      Tapi, terima kasih atas apresiasi, Mbak Widz.

      Hapus