Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Itikaf di masjid atau di rumah?

 


10 hari terakhir adalah saat kita berburu malam Lailatul Qadar, yang lebih mulia dari 1000 bulan. Biasanya banyak orang yang melakukan itikaf agar lebih khusyuk dan fokus memperbanyak ibadah.

Maka, orang-orang pun datang ke masjid yang disukai untuk melakukan itikaf, baik perempuan dan laki-laki. Mereka datang sejak sebelum waktu berbuka puasa dan tetap di masjid setelah salat tarawih.

Saya pun dulu begitu, senang itikaf di masjid pada 10 malam terakhir. Dengan membawa ransel berisi perlengkapan mandi dan ganti pakaian. Masjid Istiqlal adalah pilihan saya untuk itikaf karena besar dan luas. Kita bisa mendapatkan tempat yang nyaman di sini. Kalau saya senang bersandar di tiang yang mengelilingi ruang dalam masjid.

Sekarang karena masih pandemi, masjid-masjid tidak menyelenggarakan itikaf. Ini untuk menghindari penularan virus corona yang semakin mengganas. Kita tidak ingin  bernasib seperti India.

Namun apakah untuk mendapatkan Lailatul Qadar harus itikaf di masjid? Tidak. Sejauh pengalaman saya, justru saya memperoleh karunia Lailatul Qadar ketika berada di rumah. Bahkan yang paling dahsyat, saya alami ketika berada di Istanbul.

Di Turki sangat tidak lazim jika perempuan melakukan itikaf di masjid. Karena itu saya hanya berada di apartemen yang tingginya beberapa lantai. Setelah tarawih saya tidak tidur tapi melantunkan ayat-ayat suci Alquran.

Selesai tadarus, maka saya menyendiri di dalam kamar. Sepanjang malam saya isi dengan zikir dan salat hajat. Kebiasaan saya adalah berzikir sambil memandang ke langit melalui jendela apartemen yang dibuka lebar-lebar. Saya merasa sangat dekat dengan Allah SWT.


#HikmahRamadan

2 komentar untuk "Itikaf di masjid atau di rumah?"