Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sepeda Motor Lawas Mas Teguh

Gambar motor lawas oleh Pexels dari pixabay.com
Gambar motor lawas oleh Pexels dari pixabay.com

Sepeda motor lawas Mas Teguh ibarat alarm. Sekitar pukul 4 pagi lewat depan rumah menuju pasar. Ketika atau sesudah adzan subuh berkumandang, ia pulang.

Mudah dikenali tanpa dilihat, karena suara motor Mas Teguh bersuara khas, berbeda dengan motor kekinian yang bermesin 4-tak. Sepeda motor lawas bermesin 2-tak semacam itu sudah tidak diproduksi lagi.

Dengan motor lawas itulah Mas Teguh ke pasar, berbelanja untuk keperluan dagang bakso.

Pada waktu sebelum subuh, daging khusus untuk dagang bakso masih melimpah. Harganya pun khusus untuk pedagang bakso, lebih murah dibanding untuk pembeli umum. Tempat penggilingan daging juga hanya buka sampai jam enam pagi.

Itulah alasan mengapa Mas Teguh harus berangkat pagi buta. Ditambah perlunya waktu untuk membentuk adonan daging menjadi bulat-bulat dan persiapan lainnya.

Begitu setiap hari selama bertahun-tahun. Termasuk ketika bulan Ramadan. Waktu makan sahur dapat ditandai dengan mudah melalui lewatnya suara khas sepeda motor bermesin 2-tak di depan rumah.

Suara menjauh, tandanya berangkat. Mendekat, berarti ia menuju pulang.

Ketika kami mulai bersantap sahur, suara motor lawas 2-tak berangkat ke pasar, jam dinding menunjukkan angka 4.

Suara motor lawas 2-tak pulang dari pasar berbarengan dengan kumandang adzan, berarti makan sahur sudah harus usai.

Begitu setiap hari. Makanya sepeda motor Mas Teguh adalah alarm.

Suatu saat, hujan turun semalaman, menurunkan suhu udara sampai kami perlu menarik selimut.

Suara-suara pembangun sahur terlelap, sepertinya terimbas hujan dini hari. Dingin. Pulas.

Sayup-sayup terdengar suara khas motor bermesin 2-tak. Suara sepeda motor lawas milik Mas Teguh, sang penjual bakso.

Dari kejauhan suara nyaring yang ringan itu mendekat. Sebentar lagi akan lewat depan rumah. Tertib, seperti alarm.

Hah? Berarti, Mas Teguh pulang dari pasar!

6 komentar untuk "Sepeda Motor Lawas Mas Teguh"