Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjaga Agar Berat Badan tidak Bertambah setelah Ramadan

 

Ilustrasi makanan dari laman FB Budi Susilo.
Ilustrasi makanan dari laman FB Budi Susilo

Bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa, kebiasaan makan berubah. Dari tiga kali menjadi dua kali sehari. Dari menu makanan biasa-biasa menjadi luar biasa lengkap. Dari tempe tahu menjadi daging dan kerapu.

Tidak mengherankan, tak lama setelah bulan Ramadan berakhir, sebagian orang mengeluhkan tentang kenaikan berat badan.

Lha?

Setiap menjelang bulan penuh ampunan tiba, harga-harga pangan merangkak naik. Pedagang mahfum, saat itu adalah momentum di mana orang-orang panik lalu berbelanja apa saja demi menanggulangi rasa khawatir lapar saat berpuasa. Apa pun yang dipandang lezat dibeli dengan harga berapa pun.

Demikian pula, selama bulan suci bermunculan penjual aneka makanan pembuka puasa.

Maka, menunggu azan Magrib adalah perayaan. Pada meja-meja makan, selain air putih dan kurma sebagai pembatal, melimpah makanan dan minuman: kolak, aneka gorengan, jajanan pasar, es kelapa muda, sambel goreng udang, beef teriyaki, cap cai seafood, dan kerupuk. Setelah tarawih, menghabiskan malam dengan ngopi, ngudud, ditemani camilan.

Sahur pun demikian, dikurangi kurma dan minuman pembuka. Pokoknya, sahur merupakan kesempatan untuk memenuhi perut sekenyang-kenyangnya. Sedangkan waktu buka puasa adalah ajang balas dendam setelah kelaparan.

Lupa mengendalikan pola makan. Lupa memaknai sejatinya tujuan berpuasa.

Ditambah, perilaku “kalap” saat merayakan hari kemenangan, melahap hidangan khas: rendang daging atau tunjang (kaki sapi), opor ayam, sambel goreng ati, sayur godog (kacang panjang, petai yang dimasak dengan santan), aneka kue, cake, minuman sirup.

Tak lama setelah itu, sempat-sempatnya menyantap bakso di warung langganan.

Tidak mengherankan bila setelah Ramadan, berat badan meningkat. Ndut.

Agar tidak jatuh ke lubang yang sama untuk ke sekian kalinya, ada baiknya mengubah kebiasaan makan selama bulan Ramadan.

Beberapa pola makan selama Ramadan untuk menjaga berat badan adalah:

  1. Memakan menu makanan seperti biasa, tidak perlu mewah, namun mengandung gizi seimbang.
  2. Berhenti makan sebelum merasa kenyang, yaitu: tidak berlebihan makan sahur maupun buka
  3. Kurangi konsumsi gula, garam, dan makanan berlemak.

Dengan menjalankan pola makan sehat di atas, maka keluhan kenaikan berat badan setelah Ramadan tidak muncul lagi.

Semoga bermanfaat.


4 komentar untuk "Menjaga Agar Berat Badan tidak Bertambah setelah Ramadan"