Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Melarung Malam

Bulan masih separuh saat wajahnya utuh terlihat
Sempurna, dengan gurat senyum yang paling kurindukan
Menatapnya lekat

Bola mata hitam itu
Masih teduh
Menenangkan resah yang makin membuncah
Tersebab tiadamu lagi saat mentari menyapa pagi

Malam, kularungkan kenangan
Terindah sepanjang sejarah
Kutunggui di jendela paling tersembunyi
Menanti gulita datang kembali

5 komentar untuk "Melarung Malam"