Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kepedihan Sedalam Lautan

Foto Oleh Mitja Juraja dari Pexels

 




Lautan biru terhampar luas 

Tak bersekat tak terbatas 

Butiran air mata jatuh ke Bumi

Melihat mereka tak pernah muncul kembali 


Selamanya menjaga samudra 


Ramadan akan menuju titik akhir 

Hari kemenangan akan tiba 

Mereka tak pernah kembali 

Lautan telah memeluknya


Isakan terdengar 

Sebuah penantian tak akan berhenti 

Meski mereka tak kembali 

Hati bertemu 


Aku tak kenal mereka

Tak pernah bersua 

Tapi aku merasakan sebuah kehilangan 

Mereka tak bertemu orang tercinta 


Banyak cerita dibalik perpisahan

Seorang anak yang merindu 

Tangisan seorang bayi tak pernah melihat penjaganya

Seorang istri terpaksa sendiri 

Seorang kekasih 


Begitu banyak kepedihan terasa 

Begitu banyak tetesan membasahi pipi

Begitu banyak pertanyaan seorang anak 

Mengapa berpisah begitu cepat?


Tersenyumlah meski sendiri 

Tuhan selalu ada

Berdoalah 


Aku tak kenal tapi merasakan sebuah kepedihan

Ramadan ini sepiring ketupat dan semangkuk opor ayam tidak pernah mereka nikmati lagi

Selamat jalan para pahlawan

Damailah dalam pelukan samudra 





ADSN1919

Apriani1919
Apriani1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam karena itu membuat aku tiada secara perlahan

14 komentar untuk "Kepedihan Sedalam Lautan"