Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Aku, Kopi dan Orang – orang yang Kucintai

 

Gambar Pexels Foto Oleh Daniela Constantini



Hampir semua orang tau apa itu kopi dan mungkin juga banyak yang suka minum kopi. Kopi memang minuman yang identik dengan laki-laki. Perempuan penyuka kopi saat ini masih dianggap aneh. Hmm aku pikir anehnya dimana ya? Coba saja kalau kita sedang bertamu pasti sama tuan rumah ditawarinya teh manis atau sirop, jarang banget ditawari kopi. Seringnya aku yang minta kopi pada tuan rumah, mau kopi hitam atau kopi susu tak masalah, yang penting kopi. Hihihi..


Dahulu aku selalu meminum kopi sisa kakek, jika beliau tidak habis meminum kopinya, Kakekku memang penyuka kopi hitam, di halaman belakang rumah kakek yang super luas itu kakek sengaja menanam beberapa batang pohon kopi, kakek sendiri yang mengurus tanaman itu.  Jika musim panen tiba maka halaman belakang akan dipenuhi dengan biji - biji kopi yang sedang dijemur. Kakek sendiri suka menggiling kopi yang sudah kering dan entah kenapa, sampai sekarang aku merasa bahwa wangi aroma kopi yang dulu suka kucium saat kakek sedang menggiling kopi masih tercium sampai sekarang. Wangi kopi yang khas. 


Karena dari kecil terbiasa mencium aroma kopi dan sering minum kopi sisa kakek, aku jadi terbiasa minum kopi. Dari kecil aku terbiasa membuat minuman kopi sendiri, takarannya aku kira-kira. Pernah juga aku buat kopi kemanisan bahkan terlalu pahit. Seiring waktu aku tau takaran yang pas buatku. 


Aku tidak suka kopi yang terlalu manis, karena menurutku aku sudah manis hehehe. Aku suka kopi yang agak pahit, seperti kehidupan yang terkadang terasa pahit, hehehe bukan curhat ya. Kalau takaran kopi tidak pas rasanya kurang mantap. Aku suka kopi hitam yang digiling sendiri bukan yang instan, bukankah kehidupan itu sendiri juga tidak instan dan memang butuh proses. Begitupun dengan aroma yang selalu kuhirup dari secangkir kopi hitam yang selalu kuseduh di pagi hari.


Kopi susu dan kopi hitam bagiku sama saja, karena menurutku yang penting  itu adalah takarannya, takarannya harus pas. Takaran kopi yang baik menurutku adalah tidak terlalu manis dan juga tidak terlalu pahit, harus seimbang, seperti kita menjalani kehidupan di dunia ini, harus seimbang. Adakalanya kita bekerja untuk mencari nafkah sebagai bekal hidup di dunia ini untuk selamanya dan ada kalanya kita beribadah seolah  - olah besok lusa kita sudah pergi menghadap ke Sang Pencipta.

Hemm,.. memang tidak akan ada habisnya membahas perumpaan tentang si bulat nan hitam tapi banyak di cari orang ini, tapi apapun filosofi orang tentang minuman khas ini, bagiku menyediakan secangkir kopi itu memang paling pas diseduh dengan air mendidih bukan dari air panas yang berasal dari termos. Hehehe.. ini soal seleraku, seleramu sendiri seperti apa ketika menyeduh kopi? 


Hampir setiap hari aku minum kopi, entah pagi hari atau menjelang petang, ketika tengah menyeruput kopi hitam, aku seperti tengah melihat sosok kakekku sendiri yang tengah menatap ke arahku. Kakek yang penuh disiplin dan pintar memasak itu seolah – olah hendak berkata kepadaku, “Hidup adalah perjalanan dan jangan pernah berhenti hingga engkau sampai di tujuan”

Meskipun kakek seorang pejabat, beliau tak segan ke dapur untuk membuat cemilan demi cucu-cucunya. Kenangan bersama kakek selalu hadir di dalam secangkir kopi hitam. Kini segelas kopi hitam tergeser oleh segelas kopi susu yang takarannya pas di lidah dan terasa sendu hingga ke hati.

Menyeruput secangkir kopi susu selalu membuatku tersenyum – senyum sendiri, teringat pada satu sosok bermata tajam namun terasa teduh saat menatap kedua mataku ini. Satu sosok yang aku tau saat ini masih terus menunggu saat – saat pertemuanku dengannya nanti.


ADSN1919

Apriani1919
Apriani1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam karena itu membuat aku tiada secara perlahan

12 komentar untuk "Aku, Kopi dan Orang – orang yang Kucintai"

  1. Selalu ada kehangatan dari secangkir kopi. Mari ☕☺️👍

    BalasHapus
  2. Kopi memberikan ingatan pahit pada liku liku kehidupan, selagi hangat lah dinikmati..

    BalasHapus
  3. Hm .... Kopi hitam atau kopi susu sama saja. Yang membedakan teman minum kopinya. Kalau dulu bersama kakek, sekarang dengan si doi. He he ... Top, ananda Dinni.

    BalasHapus
  4. Aku pun penyuka kopi. Tiap pagi dan sore aku menyeduhnya.

    BalasHapus