Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

“Table Talk Before Morning Coffee”


                                               https://unsplash.com/@joannakosinska

“Aku tuh masih disayang gak sih?” rajuk si mug kaleng kembang, kepada pasangannya mug kaleng lurik hijau.

“Masihlah, berapa kali aku harus meyakinkanmu, sayang? jawab mug kaleng lurik hijau menatap mug kaleng kembang dalam-dalam.

“Berapa banyak sayangnya? tanya mug kaleng kembang manja.

“Mmmhh... melebihi gula dan susu!” jawab mug kaleng lurik hijau sambil terus memandangi mug kaleng kembang.

Mug kaleng kembang balas memandang mug lurik hijau dengan pandangan yang aneh. 

Sontak,mug kaleng lurik hijau merasa bahwa jawabannya kurang meyakinkan mug kaleng kembang, “eh,  maksudku sayangku padamu melebihi kopi manapun di dunia ini.!”

Mendengar itu, mug kaleng kembang cuma terdiam tanpa melepaskan pandangannya dari mug kaleng lurik hijau.

Kikuk, mug kaleng lurik hijau langsung mengoreksi ucapannya, “anu.. sayangku padamu melebihi apapun di dunia ini!”

“Aku sayang padamu dengan seluruh hatiku!” mug kaleng lurik hijau  menambahkan.

“Ah, kamu romantis sekali sayangku. Terus .. terus.. sayangnya melebihi apa lagi? Mug kaleng kembang kembali merajuk.

“Hmmhh...” mug kaleng lurik hijau mulai kehilangan ide. Tapi cuma sebentar. Sepasang cangkir cantik merah muda di sebelahnya memantik idenya kembali. 

“Sayangku padamu melebihi cangkir-cangkir imut di sebelahku!” 

Mug kaleng lurik hijau dengan cepat menyadari kesalahannya, “aku seharusnya tidak membawa-bawa cangkir-cangkir imut di sebelahku itu, ia akan cemburu!” katanya dalam hati.

Mug kaleng lurik hijau berpikir keras bagaimana caranya keluar dari situasi kikuk ini. Sepintas ia melihat dua gelas wine yang berdiri tegak di sebelah mug kaleng kembang.

“Sayangku padamu melebihi dua gelas wine yang tinggi dan sexy di sebelahmu!”

Mug kaleng kembang memandang mug kaleng lurik hijau, gombalannya terdengar semakin garing. Mug kaleng lurik hijau kembali kikuk. Kali ini ia benar-benar kehilangan ide. 

Keduanya saling berpandangan. Tiba-tiba kehangatan mengalir merasuki tubuh mereka. 

Waktu menunjukkan pukul tujuh pagi. Saatnya Aldo dan Nunik menikmati kopi dipagi hari.


Widz Stoops for SKB,  PC-USA 3.27.2021

4 komentar untuk "“Table Talk Before Morning Coffee”"