Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Maafkan ku Teman


Sejak akhir November 2020, kuingin bersamamu
Mengarungi samudera bahagia
Namun nasib berkehendak lain. Senin, 22 Maret 2020, ambulans menjemput ku di rumah atas permintaan keluarga. Siang di UGD, malamnya dirawat dengan diagnosa tidak menyakinkan. Mulut disumbat ventilator oksigen. Entah berapa puluh jarum suntik menembus cairan infus . Bosan dalam keputusasaan.
Kamis siang pulang dengan tubuh lemah dalam ketidakpastian diagnosis. Rumah adalah tempat terbaik untuk memperbaiki kesehatan diri.
Sambil terus berusaha menguatkan asa dan memulihkan daya, aku ingin rehat sejenak.
Selamat berkarya 
Perengkali Lukula, 3 Maret 2021

7 komentar untuk "Maafkan ku Teman"