Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Hal yang Menghentikan Kamu dari Ngopi-ngopi

Gambar ngopi oleh Lucfier dari pixabay.com


PADA suatu masa, perut demikian kembung disertai rasa eneg. Ceritanya saat itu saya sedang berkunjung di suatu desa untuk melakukan survei kecil-kecilan. Warga desa di bawah kaki gunung itu adalah tipikal penduduk asli yang ramah, dan gadis-gadis setempat demikian malu-malu namun sedap dipandang.

Nah, pada kesempatan tersebut, mau tidak mau, saya harus mengunjungi beberapa rumah warga. Saking ramahnya, setiap kepala keluarga meminta anak gadisnya yang manis menghidangkan kopi dan penganan sederhana. Mereka akan merasa sangat dihargai, ketika hidangan tersebut disikat habis. Alhasil, sekian belas kepala keluarga dikunjungi, maka sekian gelas kopi diseruput habis bersama berbagai macam penganan.

Tidak sampai sore, perut terasa kembung berisi bergelas-gelas cairan kopi dan penganan berbahan dasar tepung beras. Hari itu tidak makan siang, karena sudah tidak ruang pada sistem pencernaan.

Eh tapi, bener gak ya kalau kebanyakan ngopi dapat menggangu kesehatan? Bagusnya kapan mesti berhenti ngopi? Mari kita simak!

Bagi orang dewasa, sebaiknya membatasi asupan kafein sampai dengan 400 gram per hari, atau setara dengan lima cangkir kopi seduh, sebut seorang ahli nutrisi Columbia, Kylie Ivanir.

Ketentuan berbeda diterapkan kepada mereka yang menderita hipertensi dan wanita hamil atau menyusui. Untuk itu sebaiknya konsultasikan dengan dokter ahli.

Juga terdapat tanda-tanda dari tubuh bahwa Anda harus berhenti minum kopi, seperti:

1. Tekanan Darah Naik. Mereka yang merasakan tekanan darah meninggi agar segera menghentikan minum kopi, karena kafein akan menyebabkan kenaikan tekanan. Segera konsultasikan permasalahan kepada dokter.

2. Mengalami GERD. Orang dengan gejala gastroesophageal reflux (gangguan pencernaan akibat asam lambung yang mengiritasi lapisan saluran pencernaan) sebaiknya segera menghentikan minum kopi. Salah satu sinyal adalah timbulnya rasa mual.

3. Mengalami Insomnia. Pengaruh mengonsumsi kafein berlebihan dapat menyebabkan kurangnya tidur. Jika mulai muncul gangguan tidur, segera hentikan minum kopi, atau kurangi dosisnya dan ubah kebiasaan.

4. Mengalami Gangguan Kecemasan. Kafein berpengaruh terhadap orang dengan gejala gangguan kecemasan. Efek berikutnya adalah, jantung berdebar dan badan gemetar. Saat itulah Anda harus menghentikan minum kopi atau berkonsultasi kepada dokter.

5. Berat Badan Bertambah. Minum kopi memberikan efek rasa kenyang, sehingga Anda melupakan makan pada waktunya. Setelah efek ini hilang, digantikan oleh rasa lapar yang hebat, yang menyebabkan Anda makan berlebihan.

Jadi, dengan memerhatikan 5 tanda di atas, yang sebenarnya secara alamiah ditunjukkan oleh tubuh, maka segeralah Anda menghentikan minum kopi. Paling tidak mengurangi jumlah yang dikonsumsi dan menjadwal ulang kebiasaan ngopi, seperti tidak minum kopi pada malam hari.

Minum kopi sih memang asyik, kadang merupakan relaksasi dari pikiran ruwet, namun sebaiknya dikonsumsi dengan cukup sesuai batas kemampuan tubuh. Daripada kesehatan menjadi terganggu.

Semoga bermanfaat.

Sumber rujukan: CNN Indonesia


9 komentar untuk "5 Hal yang Menghentikan Kamu dari Ngopi-ngopi"

  1. Bermanfaat nih😁👍 mari ☕☕😂

    BalasHapus
  2. Asyiik... boleh ikutan ngopi gak?

    BalasHapus
  3. Singgah sebentar ah, sepertinya menarik nih artikel tentang kopinya, ada positif dan negatifnya, salam kenal kawan ☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap dinikmati. Salam kenal juga kawan baik.

      Hapus
  4. Aku baru tahu yg nomir 5. Aku justru kian langaing setelah minum kopi rutin tanpa gula

    BalasHapus