Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Selamat Jalan Pujangga


Selamat Jalan Pujangga

Diary
Aku sedang berduka atas kepergian sang pujangga.

Chat pertama kali dengannya melalui WhatsApp
21 September 2020

Mas Azis Fb: Selamat siang bu
Saya azis Kediri
 
Ester Mom Claudia Andriel: Hai, Mas Azis. Siang juga. Kirim emailnya ya

Mas Aziz : Buat apa bu?

Ester Mom Claudia Andriel: Mau masuk ke blog nya. Biar bisa share tulisan tapi usahakan yang original. Maksudnya belum dipos di media lain

Mas Azis Fb: Oh siap..

Masih tersimpan rapi di sana.


Tiada kata- kata yang terucap dari bibir ini. Bagaikan petir di pagi hari terdengar berita sahabat literasi telah berpulang. Dia adalah seorang pujangga. Tulisannya begitu menggugah pembaca. Bait-bait puisinya, kisah cerita cerpennya, baik artikel semuanya mencuri perhatian. 

Acapkali bila dia menulis, mata ini pasti dengan setia siap membacanya. Berkenalan dengan Mas Abdul Aziz lewat Facebook. Ketika itu dia memberikan komentar di setiap link tulisan-tulisan yang sering saya share di Facebook. 

Sehingga suatu hari beliau mengucapkan selamat untukku karena mendapatkan hadiah event dari grup literasi Keteduhan Jiwa. Grup ini berasal dari Kediri. Dan beliau ingin bergabung di grup itu, karena beliau merasa berasal dari daerah Kediri. Karena antusiasnya menulis dan saya terpesona akhirnya mengajak beliau masuk ke grup Secangkir Kopi Bersama. 

Beliau ternyata orangnya supel sehingga di grup Secangkir Kopi Bersama merasa kehilangan. Termasuk yang sering curhat padanya. Beberapa kali menulis di blog secangkir kopi bersama bahkan menulis juga di Kompasiana. Tulisannya sepertinya pernah Headline. Padahal dia termasuk baru lho.  Tetapi karena pada dasarnya memang pujangga pasti banyak penggemarnya. Tulisan-tulisannya hidup. Salut padanya masih muda banyak prestasi.

Beberapa bulan terakhir ini dia minta keluar dari grup, membuat saya merasa kehilangan. Padahal bila sudah chat di grup, pasti ramai. 

Selamat jalan pujangga, engkau selalu hidup di hati kami. Setiap bait puisi adalah pesan bahwa engkau tidak baik-baik saja. Tiada kata yang terucap hanya tulisan ini sebagai ucapan perpisahan abadi.

Kelak engkau bersama Dia di taman firdaus
Kini rasa sakit yang telah menggerogoti tulang-tulanhmu telah sembuh. Keluarga yang ditinggal diberikan kekuatan dan penghiburan Amin.

Sekian dulu Diary, salam untuknya ya, sampai jumpa di tulisan berikutnya.


Bekasi, 05022021

3 komentar untuk "Selamat Jalan Pujangga"

  1. Sayang sekali, saya belum sempat mengenalnya.
    Selamat jalan pujangga.

    BalasHapus
  2. Selamat jalan pujangga, semoga engkau mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya☺️🙏

    BalasHapus