Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pandangan dan Prinsip terhadap Hastag Utas SKB di Twitter

 

Gambar adalah dokumen pribadi.
Gambar adalah dokumen pribadi.
Tadi sore saya sangat terkejut. Dalam grup WA, muncul pertanyaan dari anggota tentang maksud utas SKB di Twitter dengan hastag berisi jargon yang kerap diusung kelompok terlarang. 

Itu membuat saya gelisah. Bukan karena takut, tetapi hastag tersebut telah mengganggu prinsip yang saya patuhi. Untuk itu perlu saya sampaikan pandangan dan prinsip saya mengenai SKB.

Semoga sekarang hastag tersebut sudah dihapus. Aamiin.

Boleh punya afiliasi kepada kelompok tertentu, asal tahu tempatnya. Dan SKB, bukan tempat itu. Ia adalah tempat bagi orang-orang yang hendak menyalurkan hobi menulis. 

Menulis tentang politik? Boleh, sepanjang mengikuti aturan dan ketentuan. Boleh menulis sebagai partisan kelompok kepentingan tertentu? Boleh, asal tulisannya berisi argumen yang didukung oleh data terpercaya. 

Kita have fun kok dengan hobi literasi itu. 

Dulu saya ikut deklarasi Demokrat versi Sys NS almarhum. Tapi saya tidak lantas menjadi anggota partai. 

Tim Pembela Muslim (3 orang) yang dulu pernah menjadi pengacara bomber Bali dan juga pengacara sebuah organisasi terlarang (th 2000 lebih, saya lupa) adalah teman baik saya. Tapi saya sama sekali tidak pernah berafiliasi dengan organisasi itu.

Direktur Eksekutif Mega Center (waktu tahun 2009) adalah sahabat saya, yang saya bantu jalannya menjadi anggota DPR RI. Saya bisa duduk bareng Bang Taufik Kiemas (almarhum) saja, sudah cukup. Tidak perlu menjadi anggota PDIP.

Salah satu petinggi Golkar, kemudian beralih menjadi petinggi Nasdem dan sempat mengenyam kursi menteri adalah teman saya. Tapi saya tidak pernah menjadi anggota dua organisasi besar itu.

Terakhir, saya ikut merancang pembentukan KIRA (onderbouw dari Gerindra) di sebuah kota. Tapi saya tidak turut dalam parpol tersebut.

Jadi, saya adalah orang bebas, tidak terafiliasi dan tidak akan pernah mau berafiliasi dengan kelompok, golongan, partai, organisasi apa pun yang bertujuan politis sampai kapan pun.

Saya mau bergabung dengan SKB, karena ia tidak berafiliasi dengan kelompok kepentingan semacam itu.

SKB adalah pohon teduh yang sedang berbuah lebat. Sayang jika dirusak oleh jargon-jargon yang mencirikan fanatisme buta.

Itulah pandangan dan prinsip saya yang sama sekali tidak bisa ditawar.

3 komentar untuk "Pandangan dan Prinsip terhadap Hastag Utas SKB di Twitter"