Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kursi Kosong











kursi tempatmu duduk terbaring kosong dan diam

udara begitu sunyi, melalui tubuhku terasa dingin


suara tawamu bergema di telingaku

boneka teddy yang engkau cintai membuatku hampir menangis


foto-fotomu tersenyum tersebar di dinding

perasaan bahwa engkau ada di sini, saat kuberjalan melewati aula


sebuah tempat tidur kosong tetap dibuat seperti malam itu

kamar tidur ditinggalkan sendirian, meskipun engkau tak terlihat


dvd dan koleksi musikmu tidak tersentuh di rak

beberapa di antaranya tidak bisa engkau jaga sendiri


cangkir tempat engkau minum teh sendirian di balik pintu

ditinggalkan seperti teman tidak dibutuhkan lagi


aku melihat ke langit malam pada malam yang menentukan itu

aku melihat sebuah bintang mulai berkedip, seperti cahaya memudar


mereka mengatakan bintang memudar saat kehidupan berakhir

namun untukmu Tuhan membuat pengecualian; aturan itu Dia tekuk


Dia menyalakan kembali bintang yang berkedip sehingga kita bisa melihat ke atas

untuk melihat bintang itu bersinar terang, menghujani kita dengan cinta


bintang mungkin memudar, tetapi cahayanya hidup di suatu tempat

hanya karena engkau tidak bisa melihatnya, bukan berarti tidak ada


***

Solo, Kamis, 4 Februari 2021. 4:34 pm

'salam hangat penuh cfinta'

Suko Waspodo

suka idea

antologi puisi suko

ilustr: Anne-Marie Smit


Suko Waspodo
Suko Waspodo Dosen, Leadership Trainer, Penikmat Seni, Pemerhati Kehidupan

4 komentar untuk "Kursi Kosong"