Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kopi Gongseng Anglo di Atas Bajaj, Inovasi di Tengah Pandemi

Kopi Gongseng Anglo di Atas Bajaj, Inovasi di Tengah Pandemi
Kopi Gongseng anglo bajaj


Kedai kopi amat banyak bertebaran, dari kelas kafe yang mewah hingga starling (Starbuck keliling) yang menggunakan sepeda. Butuh taktik tersendiri untuk mendapatkan pelanggan. Selain itu, pandemi Covid 19 semakin menyulitkan pedagang untuk mencari rezeki.

Nah, saya menemukan satu kedai kopi yang unik di Depok. Kedai ini berbasis di sebuah bajaj yang diparkir di tepi jalan Boulevard Grand Depok City (GDC). Mulai buka pada sore hari pukul 16.30 s/d 00.00.

Nama kedai ini Kopi Gongseng Anglo. Tidak seperti kedai kopi jalanan lainnya, kopi yang ditawarkan adalah kopi asli yang digiling. Kopi ini jenisnya Arabika, didatangkan dari Garut. Maklum, pemiliknya adalah orang Sunda.

Kopi Gongseng Anglo di Atas Bajaj, Inovasi di Tengah Pandemi
Kopi robusta yang dikemas sendiri

 

Mas Aris, begitu saya memanggil, masih terhitung pengantin baru. Kira-kira setahun yang lalu ia menikah. Resign dari pekerjaannya sebagai marketing di sebuah Gym yang ada di Depok, mas Aris nekad ingin membuka usaha.

Kopi Gongseng Anglo di Atas Bajaj, Inovasi di Tengah Pandemi
Daftar menu kopi dan roti

 

Dengan uang yang berhasil dikumpulkan, mas Aris membeli sebuah bajaj dari seorang teman di Jakarta. Sebenarnya ini jenis bajaj BBG, tetapi dimodifikasi menjadi warung kopi kecil. Harga bajaj tersebut sekitar 25 juta Rupiah. 

Pada bulan Juni tahun lalu, mas Aris mulai menjual kopi di tepi jalan raya tersebut. Padahal saat itu masih diberlakukan PSBB, jalanan pun menjadi sepi, jarang orang lewat, apalagi singgah untuk membeli kopi.

Alhasil, selama tiga bulan mas Aris merugi alias tekor. Tetapi ia tidak putus asa, tetap berjualan. Kegigihannya tidak sia-sia, perlahan usaha itu menggeliat, meski tidak untung banyak.

Setiap hari omsetnya berkisar antara 50 ribu Rupiah hingga 150 ribu Rupiah. Setidaknya cukup untuk membayar kontrakan rumah dan makan sehari-hari. Ia mengontrak rumah tidak jauh dari GDC.

Dalam menjalankan usahanya, Aris dibantu oleh adik ipar. Mereka menggiling sendiri biji-biji kopi dengan mesin yang dibeli di toko online. Roasting juga dilakukan secara manual. Selain kopi Arabika Garut yang diminum langsung, Aris juga membuat kemasan sachet untuk kopi jenis Robusta.

Sedangkan jajanan makanan yang disediakan adalah roti bakar atau sejenis rokupang (roti kukus panggang). Roti di supplai dari seorang teman di Ciracas, Jakarta Timur. 

Walaupun merupakan kopi asli yang digiling, kopi Gongseng Anglo ini tidak mahal. Satu mug kecil hanya lima ribu Rupiah saja. Sedangkan kopi yang menggunakan susu, ada yang 8 ribu Rupiah hingga 15 ribu Rupiah. Sangat terjangkau oleh anak-anak muda yang gemar nongkrong di pinggir jalan.

Kopi Gongseng Anglo di Atas Bajaj, Inovasi di Tengah Pandemi
Aku, lagi menunggu pesanan kopi

 

Kendala berjualan di tengah pandemi adalah harus kucing-kucingan dengan petugas. Untunglah mereka tidak sering-sering melakukan razia. Jika petugas lewat, Aris pura-pura menutup dagangannya. Meski begitu, ia juga tetap membayar uang 'keamanan' seratus ribu Rupiah perbulan.

Listrik didapatkan dengan bantuan sebuah warteg yang ada di deretan ruko. Sebulan Aris membayar seratus ribu Rupiah. Plang nama juga dititipkan pada warteg itu. 

Di GDC terdapat banyak kafe yang menjajakan kopi. Tapi Aris percaya, semua memiliki pangsa pasar sendiri. Rezeki sudah diatur Yang Maha Kuasa, jadi tidak perlu dikhawatirkan. Bagi Aris, yang penting tetap berusaha mencari rezeki yang halal.

Bahkan Aris mempunyai cita-cita menjadi merek kopinya sebagai produk khas  Depok. 

"Kalau Bogor punya Kopi Liong, Depok pun bisa punya merek kopi sendiri, " katanya.

Kopi Gongseng Anglo di Atas Bajaj, Inovasi di Tengah Pandemi
Aris, berbaju biru, pemilik kopi Gongseng anglo Bajaj.

 #ceritawarungkopi




12 komentar untuk "Kopi Gongseng Anglo di Atas Bajaj, Inovasi di Tengah Pandemi"

  1. Waah lengkap liputannya ya? sampe-sampe tau kapan mas Aris nya menikah. hehehe.. keren Mbak..

    BalasHapus
  2. Kreatif ya, Bajaj jadi tempat usaha kopi, kerrren

    BalasHapus
  3. Keren. Moga2 usaha mas Aris dimudahkan.
    Sehat selalu Bun. 🙏🤲

    BalasHapus
  4. Kreatif dalam menyiasati keadaan. Keren liputannya. Semoga mas Aris sukses selalu 🙏

    BalasHapus
  5. Make a difference! Cara Mas Aris berjualan cukup unik. Calon bagus nih.

    BalasHapus
  6. Mas Aris bisa melihat ceruk pasar yang berbeda. Mudah-mudahan usaha Mas Aris semakin maju.

    BalasHapus