Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kepada Siapa Saja yang Membaca Cerita Ini

Ilustrasi. Sumber: Pinterest 

Buka jendela rumahmu; buka bukumu, catatanmu, pesan-pesan yang kukirim; buka matamu, telingamu, kepalamu, dan, tentu, hatimu 

Telah kusampaikan kata-kata lewat orang-orang yang berjalan dengan menundukkan kepala, yang tegak, yang dekat, juga yang berjarak 

Camkan! Lidahku kelu. Takmungkin menulis tubuh diri. Ada enggan, juga jurang. Kata-kataku lumpuh, takmampu untuk menyeberang 

Ketika aku mengajakmu menari, gembira di grup percakapan, itu hanya katup pelepasan, bagaimana aku mentertawai diri sendiri. Terlalu lama aku takngakak 

Nama-nama itu, di sini, di sana, atau yang bertebaran menjadi diaspora, sesekali kucuri, untuk kuaku-aku sebagai temanku. Maaf 

Tapi aku selalu ada cerita untukmu: Cinta 

***

Lebakwana, Februari 2021 

12 komentar untuk "Kepada Siapa Saja yang Membaca Cerita Ini "