Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sepenggal Kisah Tertinggal

   Pondok Hijau, Manado. Dokpri
                                                       
 


Kuceritakan di depan pintumu yang mulai terbuka
Sepenggal kisah yang telah kutanggalkan
Pada sebuah jalan yang tak lagi kurindu
Meski kenangan pasti selalu menunggu

Jejak langkah kemarin itu ada yang terjal
Diantara belantara kasih yang pejal
Ada gurat perih yang belum terhapus
Di tengah drama yang terancam pupus

Kini, kisah baru akankah lebih dramatis
Seperti harapan kita yang terus menitis
Pada jalanan yang terus menghampar
Tempat pelarian yang laju lalu terdampar

Kisah pilu bukan lagi lukisan kanvas
Yang luruh pada getir dan terhempas
Luka-luka dan duka-duka di ujung pandangan
perlahan hilang melangit tersapu iringan awan

Kisah lalu adalah kisah yang tak pernah kau dengar
Maka mimpimu di hari depan takkan terganggu
Berbisiklah pada burung yang berkicau merdu
Jika suaramu di haribaan esok  penuh getar

Aku mengunjungimu dengan siasat rapi
dalam rencana yang penuh berapi-api
Kita meniti bersama jalanan di hadapan
Mengenang masa lalu, untuk menggenapkan harapan

Kekasih, bukan pilu yang kutahu, tapi ini tentang rindu
Jangan kau risau, masa depan tergambar di matamu
Melangkahlah perlahan, percepat jika pasti yang kau tuju
Jejak langkahmu meninggalkan kenangan dan melukis harapan..


 

Mas Han
Mas Han Arkeolog, Belajar Menulis

8 komentar untuk "Sepenggal Kisah Tertinggal"

  1. Keren☺️👍 terimakasih untuk artikelnya Mas☺️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mas Warkasa1919 sudah mengijinkan saya bergabung di SKB..dapat belajar dan menambah pengalaman

      Hapus
  2. Balasan
    1. Terima kasih Ayah...ijin belajar nulis2 puisi..hehehe

      Hapus