Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ritual Pagi Hari, Menyapa Bebungaan dan Binatang Kesayangan

Kucing yang bertingkah lucu bernama Milo. Rumus komposisi, subyek tidak harus di tengah.


Pagi hari. Sisa embun masih menempel di dedaunan. Tadi malam gerimis tipis tak sampai deras. Ritme pagi hari yang seperti biasa. Bangun subuh, sembahyang, lalu membereskan pekerjaan rumah. Di luar agaknya sudah sedikit lebih terang. Membuka pintu halaman samping, menghirup udara segar sebanyak-banyaknya.

Kicau burung liar masih terdengar. Tetapi seiring terang matahari terbit, suara menghilang. Burung-burung berpindah tempat. Mencari nafkah. Melanglang ke angkasa, mengepakkan sayapnya mencari makanan.

Ya. Membuka pintu, artinya menyapa yang ada di halaman rumah. Bebungaan dan binatang kesayangan, juga suasana segar di luar.

Mendengar pintu terbuka, seketika kucing lari menyambut Tuan Putrinya. Kucing-kucing jika malam hari memang berada di luar. Dengan suara merdu, dengan nada menandakan mereka meminta sesuatu. Lalu jika belum bertemu apa yang diinginkan, mereka akan mengikuti kemana saja Tuan Putri menikmati pagi di halaman. 

Momen yang tepat untuk memotret gerakan kucing yang cepat berubah. 


Kucing adalah teman setia. Dengan bahasa yang dimilikinya, tanda bahwa ia sayang kepada tuannya. Tetapi sih ada satu kunci mengapa ia selalu mengikuti tuannya kemana saja. Apakah itu? Ya! Minta makan karena semalaman berada di luar dan lapar.

Tingkahnya lucu, cantik, ada saja ulahnya.

Ekspresi Si Emak, sedang lapar meminta makan.


Bertemu kura-kura yang sedang bercanda. Berenang ke sana ke mari. Tertangkap kamera. Klik! Mereka senang.

Dua kura-kura berhadapan. Komposisi simetris tengah.


Saatnya berkeliling. Menikmati mekarnya bunga hari ini. Berbagai macam bunga yang ada di halaman tidak semuanya mekar. Karena musim penghujan, biasanya bunga lebih jarang. Dedaunan yang tumbuh lebih subur menampakkan tunasnya. Tak apa. Hari ini juga masih menjumpai bunga-bunga. 

Bunga Tapak Dara yang berwarna ungu, meski kecil tetap tampak cantik. 

Bunga Tapak Dara berwarna ungu. Permainan warna yang kontras, ungu dan hijau.
Bunga Sepatu Merah. Berpendar tertimpa cahaya matahari penuh. 

Kembang Sepatu Merah bersemu putih di tengahnya. Berkesan seakan bunga berlari menuju ke depan. Rumus: tetap menonjolkan latar belakang. 


Bunga Sepatu, rajin berbunga tanpa mengenal musim. Berwarna merah dan merah jambu bersemu putih. Indah, diterpa sinar matahari yang baru saja terbit.

Putihnya bunga Sabrina yang kecil mungil, di sela hijaunya daun. Tampak putih bersih. Alami. Suka sekali!

Bunga Sabrina, menonjolkan warna putih di sela hijau. Menonjolkan subyek.


Aduhai, betapa pagi ini sangat menyenangkan. Menikmati karunia Tuhan yang begitu amazing, tak mungkin terpungkiri hati. 

Salam dari hati yang terdalam, 

Wahyu Sapta.

Semarang, 15 Januari 2021. 

16 komentar untuk "Ritual Pagi Hari, Menyapa Bebungaan dan Binatang Kesayangan"

  1. Balasan
    1. Hihi... belum ngerti, benar apa nggak ya sesuai yang dibelajari kemarin...

      Hapus
  2. Wah, sudah praktik ilmu fotografi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Obyeknya baru yang sekitar rumah Mas Budi. Masih penasaran sama teori sepertiganya...

      Hapus
  3. Waah langsung praktek foto-foto nya ya?πŸ˜πŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih belum mahir, pakai kamera hp... 😊

      Hapus
  4. Balasan
    1. Terimakasih mbak... yuk dicoba sesuai teori dari Mas Tonny...ini dari kamera hp... 😊

      Hapus
  5. Pake kamera hp bisa bagus juga gak, ya? Jadi minderπŸ˜„πŸ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini pakai kamera hp mbak... cuma memang kalau untuk shoot jauh agak susah, tidak sebagus kalau motret dekat.

      Hapus
  6. Balasan
    1. Aamiin... terimakasih Bunda Nursini... sehat selalu ya Bun... πŸ€—πŸ€—πŸ€—

      Hapus