Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Masih Tetap Tersenyum

Mawar Kuning nan indah. Foto: dok. Wahyu Sapta.


Selalu ada sisi bertolak belakang dalam setiap peristiwa. Misalnya bertolak dari keinginan yang dimaksud. Bisa jadi, saat menginginkan sesuatu, tetapi tidak kesampaian. Menginginkan yang berlimpah, tetapi kenyataannya adalah sebaliknya. Bukankah tak semua keinginan harus terpenuhi?

"Apakah aku perlu marah atau kesal?" tanyaku.

"Mengapa harus marah? Kamu bisa usaha lagi. Hei, come on, yang aku kenal kamu adalah orang yang paling tangguh." jawabmu.

Kata-kata yang memberi semangat akan mengalir, menyenangkan hati dan membuat bangkit kembali. Teman dan banyak teman, bisa membantu, meskipun sekedar sebuah simpati atau empati. Tetap sesuatu.

***

Membahagiakan diri sendiri terkadang perlu. Di saat merasa gundah, merasa tak enak hati, merasa tak memiliki teman, senewen, atau sedang memiliki banyak masalah dan pekerjaan yang harus segera diselesaikan. 

"Oh, aku bahagia, maka kunikmati hidup ini dengan sebaik-baiknya. Bersenang-senang dengan potensi yang ada pada diriku. Selama positif, kenapa tidak? Aku tak merugikan siapapun."

***

Diam bukan berarti tidak melakukan sesuatu. Memberi manfaat apapun bentuknya. 

Tetaplah tersenyum mengisi hari, dunia itu indah. 


Semarang, 21 Januari 2021.

πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰

7 komentar untuk "Masih Tetap Tersenyum"

  1. Harus tetap tersenyumπŸ˜€

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak... masih tetap tersenyum... 😊😊😊

      Hapus
  2. Nice flower .. nice smiling .. 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mbak Widz... peluuuk... πŸ€—πŸ€—πŸ€—

      Hapus
  3. Dunia itu indah, sepakat☺️πŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mas Warkasa...makasih ya... 😊

      Hapus
  4. Memberi arti buat diri, kontemplasi tanpa harus mengasihani diri.
    Salam sehat dan bahagia selalu mBak. πŸ™

    BalasHapus