Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pagi, Barista dan Pujangga

 

Pagi, Barista dan Pujangga
Foto oleh Daniela Constantini dari Pexels

Selamat pagi?

Sudah meracik kopi belum?

Sudah menulis tentang apa pagi ini?

Apapun inspirasi tulisan yang didapatkan pagi ini, mari meracik dan menyeduh kopi di tempat ini dengan perasaan bahagia.

Lihatlah di sekeliling tempat ini, ada banyak inspirasi yang bisa kita dapatkann ditempat ini. Mulai dari cara menyeduh kopi ala barista hingga meracik puisi ala pujangga.

Lihatlah di sekeliling tempat ini, ada banyak barista dan pujangga yang terkadang mampu membuat cerita fiksi yang begitu enak dibaca hanya dari mendengarkan curahan hati para pengunjung warung kopi bersama. Warung kopi yang menjadi rumah bersama bagi para barista dan juga pujangga yang selalu berkata, “Selalu ada kehangatan dari secangkir kopi bersama.”

Selamat pagi menjelang siang wahai para pujangga, apakah puisi pagi tadi masih bercerita tentang cinta? Puisi cinta yang mampu membuat siapapun yang membacanya akan meneteskan air mata, ada cinta dan pengorbanan di sana.

Selamat pagi barista, apakah racikan kopi-mu pagi ini masih senikmat dan sehangat kopi yang pernah kita seduh dan nikmati bersama?

 

Pagi, Barista dan Pujangga
Foto oleh Ryan Horn dari Pexels

Selamat pagi barista, selamat pagi pujangga dan selamat pagi semuanya. Aku berharap racikan puisi dan kopi pagi ini masih sama seperti hari-hari kemarin yang pernah kita lalui bersama. Ada cinta di secangkir kopi bersama, sebab aku percaya bahwa kita semua ada di tempat ini karena cinta, cinta yang tulus dan tak lekang di makan usia. Cinta yang tidak memandang paras dan usia serta cinta yang tidak membeda-bedakan warna kulit dan lainnya. Sebab kita percaya dunia ini ada dan tercipta karena cinta, begitupun kita.


Warkasa1919
Warkasa1919 Setiap cerita pasti ada akhirnya. Namun di dalam cerita hidupku, akhir cerita adalah awal mula kehidupanku yang baru.

2 komentar untuk "Pagi, Barista dan Pujangga"