Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

FPI Jangan Persulit Rizieq Shihab

 

FPI Jangan Persulit Rizieq Shihab

Beberapa hari terakhir, pembelaan FPI justru membuat keadaan Rizieq terjepit. Perilaku dan pembelaan pengikutnya itu didasari sentimen emosional, yang justru membuat keadaan Rizieq tidak mudah. Mereka tidak paham apa yang terjadi, Rizieq juga tidak bisa memberitahukan keadaan itu. Permainan elitis yang hanya dipahami oleh kalangan atas FPI sendiri, dan sangat mungkin malah hanya Rizieq sendiri yang tahu persis.

Pembelaan ala politikus sih basa-basi, tidak usah dipercaya. Mereka hanya omong kenceng dan asal sama kepentingan. Lihat saja berapa lama PKS, Gerindra faksi Zon, atau ala-ala politikus tak punya pangung yang diwakili Amien Rais dan Gatot Nurmantyo. Mereka hanya teriak-teriak demi panggung sendiri, bukan demi Rizieq Shihab. Jangan salah.

Rekam jejak perilaku mereka terlalu panjang untuk dilihat sebagai orang atau kelompok yang setia. PKS memang memiliki sikap dan sifat militan, ketika itu ke dalam. Lihat saja ketika melanggar hukum pembelaan bak babi buta tidak ada bagi Lutfi presidennya yang terkena kasus KPK. Atau mana mereka di samping Buni Yani atau Ratna Sarumpaet. Pas kejadian saja mereka berteriak-teriak. Usai itu hilang bak ditelan bumi. Model yang sama, copas terus menerus.

Mencoba membakar dan melempar bom molotov ke Bank BCA itu kriminal salah-salah malah masuk ranah terorisme, hukuman sangat berat mungkin menanti. Orang ini pasti tidak paham dengan apa yang ia lakukan. idenya biar satu sel dengan Rizieq Shihab. Mana bisa. Sudah tahu begitu ya pasti selnya dipisahkan. Lha pikirannya kog kaya anak kecil yang makan di balik selimut, atau anak ABG nonton bokep di kamar. Orang tua itu pernah kecil, pernah remaja, pasti akan tahu.

Polisi itu dibekali ilmu dan akal, lha mosok juga tidak tahu trik sepele seperti itu. Saya yakin juga ia tidak paham dengan dinamika yang dialami enam orang yang menjadi tersangka, apalagi apa yang Rizieq jalankan. Terlalu jauh bagi kelas Rizieq dan elitnya dengan pelempar bom di BCA.

Pun banyak  aksi mengerudug polsekd an polres. Jauh dari Jakarta, Mereka pasti tidak paham dengan  apa yang terjadi di Arab dan juga Jakarta. Terlalu jauh jarak geografis pun soal kemampuan dan  pengetahuan. Agitasi imam besar mereka memang sangat menjual, padahal di balik itu terlalu jauh dan pelik permainan terutama politik.

Rizieq dan elitnya tentu tidak akan membeberkan dengan gamblang apa yang mereka dapatkan, mereka kerjakan, dan lakukan. Yang penting adalah massa tetap dalam kendali mereka.  Lihat saja gaya hidup  mereka dan gaya para pelaku jalanan. Jomplang bak langit dan bumi. Apakah selama ini mereka melihat itu sebagai sebuah fakta?

Ketakutan neraka dan janji iming-iming surga, miris ketika main politik dan ranah sosial namun dicampuradukan dengan agama. Bagaimana bisa mengatakan agamis namun memperlakukan orang yang bekerja keras dengan makan sekadarnya. Lihat dan cek saj gugle bagaimana mereka makan. Laiknya ayam dikepyuri jagung dan para bos naik mobil mewah.

Maaf, kebodohan dan ketidakmengertian yang dibaluri angin surga terus menerus. Ini semua karena kebodohan dan tingkat kesejahteraan rendah namun enggan kerja keras. Memang banyak kalangan atas, dan mereka ini adalah makelar yang mendapatkan jatah gede juga. Mereka ini tidak memberdayakan ummat sebagaimana klaim mereka, namun memberdayakan kebodohan itu demi bisa mendapatkan uang dengan gampang. Suka atau tidak, ini adalah fenomena yang Rizieq tangkap dan manfaatkan, dan berhasil bagi elitnya.

Bertahun-tahun diperas tenaga dan kerja fisiknya, apakah mereka lebih sejahtera? Saya kira sama sekali tidak. Wong kalau sejahtera mereka tidak akan mau diajak demo dan kekerasan lagi. Artinya apa? Ya tidak ada perbaikan kehidupan. Tetapi pada sisi lain bagaimana gaaya hidup Rizieq dan anak-anaknya, Munarman, atau Sobri? Apakah sama?

Mengklaim diri sebagai pegiat agama. Namanya saja ada agamisnya, tetapi apakah ada kajian keagamaan yang mereka lakukan? jauh lebih kental politiknya. Mengapa tidak dipahami oleh pengikutnya? Ya karena dikemas dengan angin surga dan api neraka, hidupnya tidak dipikirkan benar atau tidaknya. Itu dengan gamblang terbaca dan terlihat kog.

Kondisi itu yang jadi bumerang bagi Rizieq Shihab. Sangat mungkin ia menjadi sasaran kemarahan pihak yang menggunakan jasanya. “Mengamankan” diri di penjara, malah anak buahnya memintanya keluar. Ya karena mereka tidak tahu dan tidak akan diberi tahu. Permainan tingkat tinggi yang mereka tidak pahami.

Elit mereka akan menggosok-gosok agar tetap panas keadaan, Soal Rizieq mereka tahu dan diam saja. Yang penting keadaan kacau dan para pemesan tidak terlalu kecewa.  Ini poin pentngnya. Mana paham orang lapangan yang hanya mendapatkan gocap dan nasi bungkus itu. Terlalu jauh.

 

Salam Kasih

Susy Haryawan

2 komentar untuk "FPI Jangan Persulit Rizieq Shihab"