Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Denganmu Aku Ingin Abadi di Ruang Waktu

 

Foto oleh Anastasiya Lobanovskaya dari Pexels

Waktu terus berjalan dan tanpa terasa sudah sekian waktu kita jalani cerita. Dulu aku mengenalmu sebagai satu dari sekian banyak bidadari yang mampu terbang melintasi waktu. Hingga ketika kutengah duduk seorang diri, tanpa sengaja kutemukan satu patahan sayap mungilmu jatuh ke bumi.

Di masa lalu, kukembalikan satu sayapmu yang pernah tertinggal di dasar bumi. Hingga akhirnya kita bertemu di masa kini dan bertanya, "Apakah pertemuan ini nyata dan bukan hanya bagian dari cerita fiksi?"

Di jalan sunyi engkau berkata bahwa apapun yang terjadi engkau tetap akan mengikuti langkah kaki ku ini menyusuri lorong waktu, melintasi masa lalu, masa kini hingga ke masa depan nanti.

Di ujung waktu, kugenggam erat jemari tanganmu, langkahkan kaki bersama-sama menuju ke masa depan sambil tetap bergandengan tangan.

Di hadapan Yang Maha Satu kuberikan simbolku sebagai bukti bahwa engkau dan aku adalah satu dan akan selalu bersama baik dalam suka maupun duka mengarungi waktu.

"kenapa engkau begitu menyukai angka-angka itu?"

Saat itu tak banyak yang bisa aku ceritakan kepadamu, selain mengatakan, bahwa simbolku dan simbolmu itu adalah satu dari sekian banyak misteri yang ada di dunia dan belum mampu terpecahkan hingga saat ini.

"Bagaimana mungkin bisa begitu?"

"Entahlah, akupun tak tau,"

 

Sekian lamanya kita jalani kehidupan bersama dan engkau tidak pernah lagi menanyakan tentang angka-angka misterius itu. 

 

"Aku ingin abadi bersamamu," katamu  pelan sambil menatap kedua mataku.

"Aku dan engkau akan abadi selamanya."

"Bagaimana caranya agar aku bisa abadi bersamamu,"

"Akan kuabadikan simbolku dan simbolmu dalam sebuah tulisan... Sebab menurutku, menulis adalah sebuah proses agar kita tetap "ada" dan tak dilupakan oleh siapapun. Raga ini boleh mati, tetapi tulisan-tulisan kita kelak akan hidup selamanya, dari generasi ke generasi dan itu adalah salah satu cara agar engkau dan aku akan tetap abadi di dunia.

"Apakah kau mencintaiku?"

"Jauh sebelum kita bertemu, aku telah memutuskan untuk menyerahkan separuh nafasku untukmu, menurutmu apakah kata-kata itu terlalu lebay buatmu?"

"Tidak!"

Sekian lama kita berjalan menyusuri waktu, dan aku tidak bisa mendustai diriku sendiri bahwa engkau begitu berharga buatku. 

Jika aku dulu selalu mengatakan bahwa di setiap cerita pasti ada akhirnya, namun dalam cerita hidupku. Akhir cerita adalah awal mula kehidupanku yang baru, maka di hari jadimu, aku ingin berkata,"Denganmu, aku ingin abadi bersama sang waktu dan aku tidak ingin hidup tanpa ada engkau disisiku."

 


Warkasa1919
Warkasa1919 Setiap cerita pasti ada akhirnya. Namun di dalam cerita hidupku, akhir cerita adalah awal mula kehidupanku yang baru.

12 komentar untuk "Denganmu Aku Ingin Abadi di Ruang Waktu"

  1. Kerrrren cerpennya 👍👍👍👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.. terimakasih sudah berkenan membacanya Mbak..

      Hapus
  2. Mantabz mas 1919...����

    Ttd.
    Peri gigi


    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh ada Peri Gigi.. hehehe terimakasih sudah berkunjung, selamat pagi dan mari ngopi..ngopi..

      Hapus
  3. Kita akan abadi bersama. Seperti Bella & Edward, aku telah mencintaimu seribu tahun dan akan mencintaimu seribu tahun lagi.

    😁✌️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyiik.. jadi dua ribu tahun donk..😂😂🙏

      Hapus
  4. Dari blog pribadi nyambung ke SkB ya, kerren

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. Terimakasih Ayah. Salam hormat dari saya☺️🙏

      Hapus
  6. Setiap cerita pasti ada akhirnya.
    Dan selalu ada hikmah di balik kisah.
    Hormat saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam dan salam hormat dari saya pak Pudji☺️🙏

      Hapus