Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tuan Malam

Foto: lh5.googleusercontent.com/proxy

Wahai Tuan yang datang pada malam

Dengan setelan hitam sepatu hitam pula

Menyungging senyum untuk wanita sepertiku


Wahai Tuan pujaan gadis-gadis

Aku terbuai parfum tubuhmu

Semerbak membius manis

Merasuk kalbu, tak jemu


Lihatlah berapa lama sejoli dipisahkan

Oleh penjara larangan dan kegagahan

Parfum tubuhmu mungkin sirna

Wajahmu tak hilang jua


Duhai Tuan yang datang bersama bulan

Teringat kenangan entah mengapa

Bagai cahaya di ujung malam

Berpendar mengiringi


Kumohon berhenti

Kuminta pergi

Tuan di batas kenangan

Ayra Amirah
Ayra Amirah Menulis adalah rekreasi tuk hati kita

6 komentar untuk "Tuan Malam"

Berlangganan via Email