Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

“The Shinning” Film Klasik Layak Tonton Sepanjang Masa

 

                                                Sumber: Entertainment Weekly

Setelah posted tentang film “The Shinning”, di sebuah media elektronik, ternyata  banyak yang belum pernah menonton film klasik ini dan meminta saya untuk menceritakannya. 

Gegara alasan itu, saya kembali nonton film klasik itu semalam dan voilaa... jadilah plot film klasik ini. 

Mantan guru dan pecandu alkohol Jack Torrance (Jack Nicholson) melamar  pekerjaan sebagai pengurus di Overlook Hotel selama musim dingin dalam upaya untuk membangun kembali hidupnya setelah temperamennya yang tidak stabil  menyebabkannya kehilangan pekerjaannya sebagai pengajar. 

Sebetulnya Manager hotel, Stuart Ullman (Barry Nelson) sudah memperingatkan Jack bahwa akan selalu ada badai salju hebat disepanjang musim dingin dan juga potensi untuk terkena ‘demam kabin’ atau kesepian. 

Dia juga menceritakan kalau hal itu pernah menimpa pengurus sebelumnya, Charles Grady, yang menjadi gila karena kesepian dan secara brutal membunuh istrinya, kedua putrinya (Lisa Burns dan Louise Burns), dan akhirnya dirinya sendiri. 

Karena Jack benar-benar putus asa dan mengingat ia akan punya banyak waktu untuk mengejar hasrat aslinya, yaitu menulis, Jack tetap saja menerima pekerjaan itu.

Sementara  putra Jack Danny (Danny Lloyd) tiba-tiba mengalami kejang saat berbicara dengan “imaginary friend” atau teman khayalannya ,Tony tentang Overlook Hotel. Danny memiliki visi tentang percikan darah yang keluar dari lift di hotel, adengan tentang visi Danny ini ditampilkan beberapa kali sepanjang film.

Setibanya Danny di hotel, kepala koki Dick Hallorann (Scatman Crothers) sadar bahwa Danny dapat berkomunikasi secara telepati, mengatakan kepadanya untuk menawarkan es krim. Dick menjelaskan bahwa dia dan neneknya memiliki ‘kelebihan’ itu; dia menyebut komunikasi ini sebagai "Shinning." 

Dick juga  memberitahu Danny bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi di hotel itu dan meninggalkan tanda-tanda, "seolah seperti ada yang memanggang roti hangus," tapi hanya mereka dengan kelebihan  "Shinning"yang dapat mengetahuinya.

Danny mempertanyakan Dick tentang apa yang terjadi di hotel,  khususnya di kamar 237  karena Danny dapat merasakan bahwa Dick sangat takut dengan kamar itu. Meskipun dia berusaha meyakinkan Danny bahwa gambar yang dia lihat di hotel hanyalah "seperti gambar di buku" dan tidak bisa menyakitinya, Dick dengan tegas memperingatkan Danny untuk tidak masuk ke kamar itu.

Ketika hanya Jack dan keluarganya yang tinggal sendirian di hotel, kesehatan mental Jack memburuk dengan cepat. Dia mengalami hambatan dalam menulis, kurang tidur, dan mudah tersinggung. Danny memiliki visi tentang dua gadis Grady yang terbunuh, tapi tidak memberitahu siapa pun, dan dia terus bertanya-tanya tentang Kamar 237.

Sementara cuaca masih relatif hangat, istri Jack, Wendy (Shelley Duvall) dan Danny bermain melalui pagar tanaman yang tinggi berbentuk ‘labirin’, menemukan jalan buntu tapi kemudian menemukan jalan keluarnya.  

Suatu hari, sebuah bola menggelinding ke arah Danny saat dia bermain dengan mainannya. Tampaknya bola itu berasal dari pintu kamar 237 yang terbuka, yang kemudian dimasuki Danny. 

Pada saat yang sama, Wendy berlari dari basement saat mendengar jeritan Jack di ruang atas. Jack mengatakan kepadanya bahwa dia mengalami mimpi buruk di mana dia menggunakan kapak memotong Danny berkeping-keping. Wendy yang bingung berusaha menenangkan Jack mengatakan bahwa "Semuanya akan baik-baik saja," 

Danny tetiba muncul di ujung lain ruangan, tampak bingung dan mengisap jempolnya. Sweaternya robek dan ada memar di lehernya. Dia tidak menjawab ketika Wendy bertanya apa yang terjadi. Dia dengan marah menuduh Jack menyakiti Danny dan membawa anak itu kembali ke kamar mereka.

Jack sangat marah dengan tuduhan itu. Dia mengamuk di sekitar hotel, menuju ke Golen Ballroom. Melamun di bangku dalam bar yang kosong, dengan kepala tertopang di tangannya, Jack menyatakan bahwa dia akan menjual jiwanya untuk satu minuman.

Ketika dia mendongak, dia melihat seorang bartender (Joe Turkel), yang menyajikan minuman untuknya. Jack tercengang dengan kemunculan mendadak bartender dan bahkan Jack memanggilnya dengan namanya, Lloyd. 

Jack menceritakan masalahnya kepada Lloyd bahwa dia secara tidak sengaja membuat bahu Danny terkilir, kecelakaan yang sama yang disebutkan Wendy kepada dokter anak Danny sebelumnya. 

Jack menyatakan bahwa cedera itu terjadi tiga tahun lalu, sementara dalam menjelaskan cerita yang sama kepada dokter anak, Wendy mengatakan bahwa setelah kecelakaan itu Jack, bersumpah untuk berhenti minum. Dan itu baru berlangsung selama lima bulan.

Wendy yang panik masuk dan menemukan Jack yang tampaknya sendirian di bar; dia memohon pada Jack untuk menyelidiki pengakuan Danny bahwa "seorang wanita gila" menyerangnya di bak mandi kamar 237. Jack, yang bertingkah agak mabuk, dengan enggan setuju untuk pergi melihatnya.

Saat Jack mendekati pintu Kamar 237, Danny tampaknya mengalami kejang di kamarnya sendiri. Sementara Dick, yang sudah berada di rumahnya di Florida, tiba-tiba matanya terbelalak saat dia menangkap sinyal telepati yang dikirim Danny.

Jack dengan hati-hati memasuki Kamar 237. Kamar tidurnya kosong dan dia melanjutkan ke kamar mandi. Dia mengamati dengan penuh nafsu saat seorang wanita muda, cantik, telanjang (Lia Beldam) menarik kembali tirai kamar mandi dan melangkah perlahan keluar dari bak mandi. 

Keduanya mendekati satu sama lain dan berpelukan dalam ciuman penuh gairah. Sekilas Jack melihat bayangan mereka di cermin dan melihat wanita itu sebenarnya adalah mayat yang membusuk. 

Jack mundur ketakutan, wanita muda yang berdiri di hadapannya telah berubah menjadi wanita tua (Billie Gibson); mayat dengan kulit yang telah membusuk berjalan terkekeh-kekeh menghampiri Jack. Ketakutan, Jack terhuyung keluar kamar dan mengunci pintunya.

Ketika dia kembali ke Wendy, Jack menyangkal kalau ada sesuatu yang aneh di Kamar 237. Wendy menyarankan agar Danny dibawa ke dokter.untuk diperiksa.

Jack menjadi marah, menguliahi Wendy tentang kesembronoannya dan menyalahkannya atas semua nasib buruk yang menimpa dalam hidup Jack.. Bersikeras bahwa mereka tidak dapat meninggalkan hotel karena kewajibannya kepada pemilik hotel.

Jack lalu  keluar, kembali ke Golden Ballroom, yang tetiba menjadi tempat pesta mewah penuh dengan tamu berpakaian gaya tahun 1920-an. Lloyd menyajikan minuman untuknya dan Jack berjalan melewati kerumunan. 

Tidak lama seorang kepala pelayan membawa nampan berlari ke arahnya, menumpahkan minuman di jaket Jack. Kepala pelayan memintanya segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan noda minuman di jaketnya.

Kepala pelayan memperkenalkan dirinya sebagai Delbert Grady (Philip Stone). Jack teringat kisah yang diceritakan Mr. Ullman kepadanya tentang mantan pengurus hotel bernama Grady yang membunuh keluarganya dan menanyakan Grady tentang kebenaran cerita  tersebut. 

Grady menyangkal cerita itu dan meyakinkan bahwa Jack "sudah menjadi pengurus hotel sejak dulu”,  perkataan itu membuat Jack bingung, tapi sepertinya ia  menerima saja apa yang dikatakan Grady. 

Grady selanjutnya memberi tahu Jack bahwa Danny memiliki "bakat hebat" dan menggunakannya untuk memanggil "pihak luar" untuk mencampuri urusan mereka. “Pihak luar” yang dimaksud adalah Dick Halloran. Grady menasihati Jack bagaimana cara menyingkirkanDanny, dan cara menangani Wendy jika dia juga ikut campur.

Kembali ke Florida, Dick yang ditelepati Danny tidak berhasil menghubunginya di Overlook Hotel. Khawatir tentang Danny, dia memesan penerbangan berikutnya ke Colorado.

Di Overlook hotel, Wendy mempersenjatai dirinya  dengan pemukul bola kasti dan mencari Jack. Ia berniat meninggalkan hotel bersama Danny baik dengan atau tanpa persetujuan Jack. 

Memasuki ruang tunggu, Wendy melihat naskah tulisan Jack ditinggalkan di samping mesin tik. Ia membaca apa yang telah Jack tulis yaitu ratusan halaman dari satu pengulangan kalimat "Bekerja terus tanpa bermain membuat Jack menjadi anak yang membosankan." 

Saat itulah Wendy menyadari bahwa Jack sudah gila.

Jack tiba-tiba mengejutkannya dari belakang dan bertanya dengan sinis, "Apa  kamu menyukainya?" Wendy berteriak dan membalikkan tubihnya menghadap Jack. 

Konfrontasi terjadi ketika Jack menanyakan apa niat Wendy meninggalkan hotel bersama Danny. Sementara Wendy mundur menuju atas tangga, mengacungkan alat pemukul bola kasti. Dia berteriak agar Jack tidak menyakitinya, dan Jack bersumpah bahwa dia tidak akan menyakitinya, tapi berniat membunuhnya. 

Di atas tangga Wendy memukul kepala Jack dengan pemukul bola kasti, menyebabkan Jack kehilangan keseimbangan dan jatuh dari tangga, melukai pergelangan kakinya.

Wendy menyeret tubuh Jack yang lemas ke dapur dan menguncinya di sana. Saat dia sadar, Jack mengatakan kepadanya bahwa dia telah menyabotase radio, kendaraan saljunya, hingga mereka tak dapat lari kemana-mana. 

Wendy pergi keluar untuk memeriksanya, dan ternyata Jack memang tidak main-main. 

Beberapa jam kemudian, Jack terbangun dari tidur siang oleh suara Delbert Grady. Grady mengungkapkan kekecewaan dan kekurang percayaannya pada Jack, tetapi Jack meyakinkannya bahwa dia bisa menyelesaikan semuanya jika diberi satu kesempatan lagi. 

Pintu dapur tiba-tiba terbuka.

Wendy sudah tertidur di kamarnya. Dannypun kerasukan, membawa pisau dan menggumamkan "redrum" berulang kali. Dia mengambil lipstik Wendy dan menulis "REDRUM" di pintu kamar mandi. Teriakan "REDRUM," Danny akhirnya membangunkan Wendy. 

Wendy memeluknya, lalu melihat pantulan pintu kamar mandi di cermin. Dibalik, itu berbunyi: "MURDER." atau pembunuhan . Saat itu juga, suara benturan mulai terdengar dari pintu menuju lorong.

Bunyi tersebut adalah bunyi Jack mengayunkan kapak di pintu yang terkunci. Wendy meraih Danny dan menguncinya di kamar mandi. Dia membuka jendela kecil yang telah tertutup salju dan mendorong Danny keluar agar meluncur dengan aman ke tanah.

Wendy mencoba keluar dari jendela yang sama, tetapi jendela terlalu kecil untuk ukuran tubuhnya, ia akhirnya menyuruh Danny lari dan bersembunyi.

Sementara itu, Jack  memotong jalan melalui pintu depan dan berteriak "Wendy, aku pulang!" kemudian mengetuk pintu kamar mandi dengan sopan. Wendy memegang pisaunya dan mencoba menenangkan dirinya saat Jack mulai menghancurkan pintu. 

Setelah menghancurkan salah satu panel, dia menjulurkan kepalanya dan berteriak "Heeeere's JOHNNY!" (Merupakan referensi dari ‘The Tonight Show’ dibintangi Johnny Carson tahun 1962)). 

Jack lalu memasukkan tangannya ke dalam pintu untuk memutar kunci, namun  Wendy menebasnya dengan pisau, memotong tangan Jack hingga membuatnya kesakitan. Jack terus memukuli pintu dengan kapak ketika tetiba terdengar deru  mesin kendaraan salju yang mendekat. 

Perhatian Jack kini beralih ke arah kendaraan salju itu.

Pengemudi kendaraan salju itu adalah Dick. Ketika tiba di dalam hotel, ia memanggil, tetapi tidak mendapat jawaban. Jack, bersembunyi di balik pilar, lalu melompat keluar dan mengayunkan kapak ke dada Dick, dan membunuhnya. 

Danny, yang bersembunyi di lemari dapur berteriak, hingga Jack menemukan lokasi persembunyiannya, Dannypun keluar dari lemari itu dan berlari keluar.

Sementara , Wendy keluar dari kamar mandi dan mulai mencari Danny. Hotel seakan menjadi ‘hidup’ bahkan Wendy melihat hantu-hantu didalamnya. Pemandangan yang mengejutkan itu membuatnya ngeri dan ketakutan. 

Di saat yang sama, Jack memegang kapak dan menyalakan lampu luar, mengikuti Danny yang menuju ke labirin.

Danny menyadari dia meninggalkan jejak jejak kakinya di salju yang diikuti oleh Jack. Perlahan dan hati-hati Danny menelusuri kembali langkahnya dengan  berjalan mundur mengikuti jejak yang sama yang baru saja dia buat ke arah yang berlawanan.

Lalu ia  menutupi sisa jejaknya dan bersembunyi di balik pagar. Ketika Jack tiba, ia mengikuti jejak jejak kaki itu tapi tiba-tiba jejaknya menghilang dan tidak tahu  ke arah mana Danny pergi. Jack akhirnya memilih jalan setapak dan menuju lebih dalam ke labirin. 

Danny keluar dari tempat persembunyiannya dan mengikuti jejak kakinya sendiri dan berhasil keluar dari labirin. Di saat yang sama Wendy keluar dari hotel. Lega, ia melemparkan pisau yang digenggamnya dan langsung memeluk Danny. Tanpa membuang waktu mereka melarikan diri dengan kendaraan salju yang digunakan Dick. 

Jack,  yang masih di dalam labirin putus asa karena tidak bisa menemukan jalan keluar, ia semakin tersesat di dalam labirin dan mati kedinginan.

Pada akhir film, kamera secara perlahan ditujukan ke dinding hotel yang penuh dengan foto-foto lama yang mencatat sejarah hotel. Lagu lama "Midnight, the Stars and You" bergema di lorong yang kosong.

Kemudian kamera berhenti pada satu poto bersama dimana ditengah-tengahnya terdapat wajah Jack semasa muda. Tertulis di bawah poto, "Overlook Hotel, 4 Juli,, 1921."

Masih penasaran? Nonton aja sendiri filmnya yaa ...

4 komentar untuk "“The Shinning” Film Klasik Layak Tonton Sepanjang Masa"

Berlangganan via Email