Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terbukti! Ternyata Gaya Hidup Vegetarian tidak Harus Eksklusif dan Mahal

 



Ilustrasi oseng bayam dan tempe goreng (dokumen pribadi)

Ilustrasi oseng bayam dan tempe goreng (dokumen pribadi)


Entah kapan awalnya vegetarian menjadi gaya hidup.

Sebagian orang tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari makhluk hidup. Dulunya hanya dilakukan oleh pemuka dan penganut agama tertentu.

Bisa juga tren memakan olahan nabati itu tumbuh seiring dengan kesadaran tentang kesehatan. Tidak sedikit warga biasa saja yang menganut gaya hidup vegetarian.

Maka bermunculan rumah makan yang menawarkan hidangan yang sepenuhnya dimasak dari bahan-bahan non-hewani. Tempat ini menyediakan: daging buatan dari protein tepung terigu, ayam goreng terbuat dari jamur, telur dan segala olahan dari tumbuhan dan jamur.

Tentu saja keberadaannya eksklusif dan tentu saja harganya relatif mahal.

Namun tahukah Anda? 

Ternyata gaya hidup vegetarian telah dilakoni sejak lama oleh kelompok masyarakat tertentu di sekitar kita. Tempatnya pun tidak eksklusif dengan produk berharga tidak mahal.

Menu yang disantap saat sarapan atau lunch terdiri dari: irisan ketupat dengan sayur berkuah, atau nasi uduk dengan bakwan kering tempe atau nasi dengan lauk mie instan, nasi oseng bayam berlauk tempe goreng, dan sebagainya pokoknya makanan yang tidak mengandung anasir hewani.

Tidak lebih dari 10.000 perak, sudah termasuk  kopi jagung dan sebatang kretek. Setimpal untuk menahan lapar.

Tidak perlu cari restoran vegetarian yang eksklusif dan mahal, cukup bergabung dengan mereka yang menikmati kesederhanaan di warung-warung amigos)*.

)* Amigos: Agak MInggir GOt Sedikit


6 komentar untuk "Terbukti! Ternyata Gaya Hidup Vegetarian tidak Harus Eksklusif dan Mahal"