Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tentang Kita


Dokpri


Berawal dari pertemuan kita di dunia maya sampai akhirnya memutuskan untuk bertemu di alam nyata. Saat itu engkau adalah seorang gadis pemalu sedangkan aku adalah seorang pemuda lugu yang begitu penasaran dan ingin mengenal lebih dekat seseorang yang sudah sekian lamanya menjadi pacar online-ku.

 

Di penghujung malam, saat itu engkau kaget saat mengetahui bahwa aku telah berdiri pas di depan pintu rumahmu. Saat itu tak banyak yang kita lakukan, setelah saling pandang sejenak akhirnya kita hanya saling tertawa tanpa sempat engkau perkenalkan aku dengan kedua orangtuamu.

 

Waktu berlalu begitu cepat hingga akhirnya dalam doa-doa panjangmu engkau menjatuhkan pilihanmu kepada Lelaki biasa dari sekian banyak Lelaki yang saat itu tengah berusaha masuk kedalam lingkungan keluargamu.

 

“Kita jalani saja dulu,” kataku pelan saat engkau kembali bertanya, “Kita hendak kemana?”

 

Aku bukanlah seorang pujangga yang mampu mempersembahkan kata-kata cinta untuk membuatmu terpikat denganmu, tapi entah kenapa saat itu engkau lebih memilihku yang lebih banyak bicara seperlunya saja saat menyapamu di bandingkan yang saat itu tengah berusaha mendekatimu.

 

Hingga saatnya tiba, setelah sekianlamanya kita jauh berjalan dan telah tiba di persimpangan, dimana saat itu hanya ada dua pilihan, saat itu, di bawah tiupan angin yang bertiup kencang engkau kebali bertanya dan saat itu aku kembali mengatakan “Kita jalani saja dulu” dan engkau berkata, “Jalan kemana? Kita sudah berada di ujung dari perjalanan,”

Dan aku ingat, saat itu, di bawah hembusan angin yang menggugurkan dedaunan, akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti langkahmu yang memilih salah salah satu jalanan panjang di depanmu.

 

“Yakinlah, semua akan baik-baik saja,” katamu sambil menggenggam erat jemari tanganku dan memintamu untuk mengikuti langkah kakimu, menuju ke tempat kediamanmu, tempat dimana kedua orangtuamu dan juga keluarga besarmu menunggu kedatangan kita setelah sekian waktu.

 


 

Cerita ini hanya fiksi belaka, jika ada kesamaan Foto, nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Warkasa1919
Warkasa1919 Setiap cerita pasti ada akhirnya. Namun di dalam cerita hidupku, akhir cerita adalah awal mula kehidupanku yang baru.

9 komentar untuk "Tentang Kita"

  1. Siip, buka toko online om, pesan satu ya...

    BalasHapus
  2. Jadi beneran nggak romantis sama sekali nih Pak Pujangga War1919? Eh.... Namanya juga perang tahun segitu ya...

    Lagunya asyik...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Iya mbak, pendiem banget orangnyaπŸ™„πŸ˜‚πŸ™

      Hapus
  3. Semoga gadis pemalu dan pemuda lugu sampai ke pelaminan

    BalasHapus
  4. Aww aw! Pemalu dan lugu adalah pasangan yg cocok.

    BalasHapus

Berlangganan via Email