Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teguhkan Hatimu Dik, untuk Kita Hidup Bersatu

                         dokpri Ainul Hidayah


Perjuangan kita belum selesai, Dik. Jangan dulu kamu lepas dekapanmu dari raga ini. Aku butuh kamu sebagai pelengkap setiap jalan mimpiku. Masih banyak mimpi yang harus kamu dan aku tunaikan di atas tanah sejarah ini. Tentang rencana-rencana besar yang akan kita raih nanti. Aku yakin! Rezeki, kematian, jodoh adalah ketentuan Tuhan. Tapi aku juga percaya! Cinta yang hebat hanya dimiliki orang yang tepat. Dan, orang itu adalah kamu.






Kamu adalah alasan mengapa aku tak hengkang ke pelukan lain. Juga, kamu adalah jawaban dari setiap doa-doa yang pernah kupanjatkan bersama airmata. Sekali lagi dekap tubuhku sekuat yang kau mau, agar tak ada celah sedikitpun untuk angin. Rasakan degupan jantungku memompa begitu keras. Bahwa memilih pergi dari hidupmu adalah hal yang paling kubenci.


Jangan pernah berhenti untuk melangkah, Dik. Karena di luar sana banyak yang ingin menghentikan kita. Banyak yang berharap melihat kita bahagia, juga tidak sedikit yang ingin menghancurkan kita berdua. Maka, teguhkanlah hatimu sekuat-kuatnya, Dik. Jangan percaya pada mulut-mulut pinggiran. Dan, tetaplah berjalan pada kekuatan agama dan budaya.


Sudahi airmatamu, Dik. Aku mencintaimu bukan semata-mata utuh atau tidaknya semangatmu dalam menulis suatu karya. Karena kita tidak sedang bercerita tentang literasi yang memang tak pernah usai. Atau seberapa manis kenangan dulu yang sulit kau bunuh. Aku tidak sedang mengajakmu kembali ke sana. Karena kita sudah berdamai dengan masa lalu. Yang perlu kita persiapkan adalah membuka lembaran hidup baru dan menata kebahagiaan bersama.


Mungkin aku bukanlah orang yang pertama bertamu di rumah hatimu. Yang pernah hadir memberimu harapan besar, tapi tidak sedikit yang pergi dengan segala janji yang tak pernah ditepati. Aku bukan sebercanda itu! Juga tidak yang kau kira! Tapi aku punya mimpi besar yang ingin kutuntaskan bersamamu, Dik. Adalah ingin hidup bersatu di hadapan Tuhan dan keluargamu.


Kediri, 21 November 2020

Buah Karya: Le Putra Marsyah

Posting Komentar untuk "Teguhkan Hatimu Dik, untuk Kita Hidup Bersatu"