Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Tangisan Jiwa











terjebak tiada tempat untuk berpaling

hidup berubah di luar kendaliku

menyebabkan rasa sakit yang dalam di lubuk jiwaku


orang lain sedang menarik dawai

untuk sayap, untuk terbang


melarikan diri, aku ingin menggali ke luar

penuh dengan keputusasaan, penuh keraguan


bisu tidak mampu mengungkapkan

rasa sakit yang menggerogoti ini 

dan perasaan tertekan tanpa henti


air mata yang tidak terlihat dengan mata telanjang

teriakan sunyi yang tidak bisa didengar siapa pun


aku mencoba untuk berbicara 

tetapi tidak ada yang bisa mengungkapkan

perasaan sedih dan tidak berharga ini


sakit emosional, berjalan bersamaku sepanjang hari

dan tidur denganku sepanjang malam

meninggalkanku habis tanpa kekuatan tuk bertarung


marah karena tidak berani membalikkan keadaan

membuatku tetap berlabuh pada penyesalan ini

tak dapat melepaskan rantai dan mengubah arahku


kebanggaan palsu adalah yang tertinggi

selalu ada untuk berbisik di telingaku


waktu, terbuang dan dihabiskan dengan buruk

banyak luka, banyak bertobat


penghiburan, tolong datang dan tenangkan jiwaku

karena inilah yang kubutuhkan tuk membuatku utuh


empati, yang kubutuhkan adalah dilihat oleh dia

seseorang untuk melihat diriku yang sebenarnya


cinta tanpa pamrih

memberi dengan murah hati di antara hal-hal lainnya


kata-kata, bila digunakan sebagai senjata 

bisa untuk memotong seperti pisau

mampu melakukan begitu banyak kerusakan

dan menghilangkan kegembiraan hidup


tetapi diucapkan dengan lembut 

dan diungkapkan dengan ketulusan

mampu membawa banyak kebahagiaan


***

Solo, Rabu, 25 November 2020. 12:32 pm

'salam hangat penuh cinta'

Suko Waspodo

suka idea

antologi puisi suko

painting by Natalia Esanu


Suko Waspodo
Suko Waspodo Dosen, Leadership Trainer, Penikmat Seni, Pemerhati Kehidupan

2 komentar untuk "Tangisan Jiwa"

  1. Datanglah ke warung kopi ini, tempatnya jiwa-jiwa yang tersesat berteduh. 😁

    BalasHapus