Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ruang Jiwa

Aku tidak bisa berpuisi. Hanya bisa mengisi hati dengan nyanyian sunyi.

Bukan sunyi penuh nyeri, tapi sunyi refleksi. Sunyi yang menyiapkan diri bersimpuh pada Ilahi, memohon grasi. 

istockphoto com

Jika masih ada ruang untuk jiwa berampun, maka minta maaflah aku padamu. Karena melemparkan buluh rindu, mengirim sendu, dan menahan syahdu.

Jika masih ada ruang untuk jiwa bersuka cita, maka bolehkanlah aku memanjakanmu. Dengan senyum damai supaya kau suka dan mengatakan cerita jenaka supaya kau gembira.

Walau tak pernah bersentuhan tapi suaramu bak sutra jatuh ke pualam. Merdu seperti Hamelin sang peniup seruling. Lucu seperti kawanan bangau yang bergurau di danau.

Sudah segini saja. Tak usah panjang kata. Apalah arti suka, duka, dan cinta, bila jiwa tak lagi bersama raga.

8 komentar untuk "Ruang Jiwa"