Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MEMBILANG MUSIM

unsplash.com - Matteo Catanese
 

di sini
kita pernah membilang musim
di mana hujan dan kemarau berlalu-lalang
sepanjang tahun
malam-malam basah dirundung luka
lalu pagi bangun berkabung kehilangan airmata

kenangan terbelah
dan terjebak dalam masa pancaroba
satu musim untuk kerinduan
musim lainnya untuk meraba-raba
jalan mana yang menjual lupa

hingga kini
aku masih berkutat
pada banyak musim yang hinggap di beranda
sedang kau telah larut dalam kepergian

barangkali kau cukup beruntung
telah menemukan jalan yang damai
menuju musim bahagia

dan kuharap
aku juga akan mampu mencari jalan damai
pada setiap rela yang kusemai

Angsana, 08 November 2020

5 komentar untuk "MEMBILANG MUSIM"

  1. Puisi ini bukan hanya terdiri dari susunan kata yang mengandung harmoni melainkan juga membacanya membuat rasa teraduk sempurna.

    Ada hujan dan kemarau yang berlalu lalang.... Diksi yang apik! Mantap!

    BalasHapus
  2. Baca kata per kata dan kesimpulannya kerren

    BalasHapus
  3. Puisimu memang selalu keren 👍🏻

    BalasHapus

Berlangganan via Email