Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Langit Buram November

pexcel.com
pexcel.com


telah kuracik sebuah puisi
tentang negeri impian yang pucat pasi 
di dalamnya pelangi hanyalah susunan warna kuning gading berselang-seling 
putih letih
 
semburat kuning gading menempati 
seluruh ruang mimpi
menjadi pertanda kecemasan merata

negeri impian yang kehilangan kibaran merah menyala 
gambaran punahnya pemimpin pemberani berjiwa perkasa

pulasan hijau daun berganti jalanan beton abu-abu di sepanjang mata memandang

biru langit hanyalah sekumpulan asap hasil polusi industri kalang kabut
karut marut

nila dan ungu berganti hitam sepekat jelaga
laiknya ruang mimpi di malam gulita  
tanpa rembulan hadir bermanja

hidangan kata-kata dalam rajangan puisi tanpa bahagia
biarlah memenuhi tempat sampah di halaman maya

hingga racikan puisi berikutnya tentang negeriku Indonesia 
ternyata masih tersisa warna darah para pahlawan Ambarawa

6 November 2020
Empat hari menuju Hari Pahlawan
Desi Oktoriana
Desi Oktoriana Seorang guru SDN 173 Neglasari Bandung.

16 komentar untuk "Langit Buram November"

  1. Puisi menjelang hari pahlawan ditulis oleh pahlawan tanpa tanda jasa 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebuah kebahagiaan dapat apresiasi dari orangtua siswa yang cetar membahana seperti Bunda Yana Haudy... Sesuatu sekali rasanya sepagi ini mendapat sambutan sehangat mentari... Terima kasih.

      Hapus
  2. Selamat pagi mbak Desi.. ☺️πŸ˜‚πŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat pagi Pak War1919-2020... Eh... Hehehe😁

      Hapus
    2. Selalu keren puisinya☺️πŸ‘ terima kasih..☺️

      Hapus
  3. Balasan
    1. Selamat Pagi juga Mas Budi Susilo... Semoga pagi ini sehat dan bahagia... Terima kasih 😊

      Hapus
  4. Dari mu semangat pahlawan tak pernah pudar meski mati rasa untuk berkorban perlahan hingga menoreh senyum di senja kala pagi mulai menghilang. Tiada pahlawan kesiangan hy ada pahlawan berjuang tak kenal waktu. Untukmu sahabatku. Tulisan ini masing asal-asalsn. Hy komen aj. Temanku jempol, temanku elok, temanku pandai, temanku menginspirasi..yaas dikaulah DESI.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah... Wah... Sebuah kejutan yang manis. Tulisan sahabat sesama guru yang terus berjuang demi literasi Negeri. Terima kasih Bu Eem...

      Menulislah dan berdoa semoga ia terbaca menjadi kumpulan pengakuan cinta anak manusia.

      Hapus
  5. Balasan
    1. Terima kasih Bu Dinni... Masih bisa kumpul hingga Hari ini... 😊

      Hapus
  6. Ditunggu racikan berikutnya πŸ™πŸ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap Mbak Widz Stoop... Semoga ya dalam waktu dekat sebuah cerpen bisa meluncur... Terima kasih...

      Hapus

Berlangganan via Email