Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kau Itu

Cdiscount.com
Apa kau lupa, pada pemuda yang menyambut swastamita bulan November? Aku suka. Dia duduk manis dibangku taman bertatapan dengan baskara yang kemerah-merahan. 

Itu kau.

Pasti kau pura-pura lupa. Pada pohon mangga yang buah ranumnya kau janjikan untuk kita, tapi malah kau berikan untuk dia.

Kau juga pasti lupa. Saat mega berbanyu berat terarak angin ke barat, kau akan memayungiku dengan rindu. Tetapi malah kau megarkan payung itu diatas tendasnya.

Meninggalkan gairah semu pada lidahku yang kelu.

Kau bilang kau yang lebih cinta, melebihi angin juga hujan, sampai kau kirimkan sepuluh puisi di bulan kesepuluh sampai suluh basah oleh peluh. 

Sayang, kau selalu hantarkan senyum tampanmu untuk gadis bertudung biru, bukan ke cenderaku. Apa cintamu tidak satu?

Katamu aku boleh merindu sebagaimana kau mencinta. Lalu untuk apa rinduku bila getar itu tak pernah sampai ke sanubarimu.

Tak apa, aku tunggu, aku percaya, bila waktunya tiba kau akan katakan, “Ulun handak lawan pian.” Entah kapan.


**Ulun handak lawan pian (bahasa Banjar): aku menginginkanmu

6 komentar untuk "Kau Itu"

  1. Hemm... Selalu keren! Dan aku hampir tak lagi mampu mengucapkan kata2 pujian yang lebih dari kata- kata keren ini☺️πŸ‘πŸ˜‚πŸ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekeren pak ketua dan Mbak Dinni juga seluruh admin SKB.

      Hapus
  2. Haduhh. Mau bocorin kalo tak cuma 1, gak tega. Wkwk. Canda, Bu. Tumben tumbenan ini🀭🀭

    BalasHapus

Berlangganan via Email