Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Hujan di Hatiku



Kaki ini melangkah berat ke arah pintu

Yang kutakutkan telah terjadi

Sunyi

Tak ada lagi senyum hangat menyambut kedatangan kami

Sapaan mesra yang selalu ada ketika kami hadir telah menguap

Pelukanmu terakhir beberapa hari lalu tak kujumpai lagi

Sepi

Menahan gerimis,  bertopeng tegar di hadapan mereka

Awan berarak bergemuruh menemani rasaku


Aku hanya memandangi tempat dimana kemarin kita bercengkrama hingga dini hari

Hanya sekedar cerita basi yang kita ulang berkali-kali

yang kupetik ada kesedihanmu terbungkus rapi


Jendela itu masih seperti waktu itu

dia telah menyimpan beribu kenangan, penantian, kebahagiaan juga kesedihan

Kini dia merekamku dalam lembar berguguran

Takkan kudengar lagi sapa kerinduan atau dering telepon saling menanyakan kabar

Hilang 

Takkan kutemukan tempat bercerita,  tentang perjalananku

Kini serasa bisu

Hujan di hatiku pada November tahun ini

Takterbayangkan aku kehilanganmu


November,  292020

Swarna


Swarna
Swarna Mau panjang atau pendek terserah

2 komentar untuk "Hujan di Hatiku"

  1. Turut berduka cita mbak Aliz, semoga almarhumah mendapatkan tempat yang layak disisi-Nya☺️🙏

    BalasHapus