Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Harie dan Poki

Hasil olah pribadi


Harie dan Poki

Harie sudah berbulan-bulan tinggal dirumah nenek dipusat kota, terlebih selama pandemi, ia tidak bisa pulang ke desa leneng dan bermain dengan Poki peliharaannya.

Teman-teman Harie hampir melupakan semua kesalahannya beberapa waktu yang lalu, saat Harie melepaskan Poki yang berakibat kekacauan di desa leneng.

Teman-teman Harie di desa, sangat berharap Harie dapat berubah menjadi anak yang lebih baik, dengan pembawaan yang tidak lagi temperamen dan menjaga lisannya dari perkataan yang kasar bila tersinggung.

Selama Harie tinggal dirumah nenek, Poki tak henti-hentinya menggonggong dan terkadang lepas keluar kandang dan mengganggu aktifitas warga leneng.

Hal ini cukup mendapat perhatian dari hansip desa leneng, karena keamanan anak-anak bermain dan ibu-ibu yang akan pergi berbelanja menjadi terganggu.

Pak hansip mencoba mencari Harie kerumahnya, namun mendapatkan kabar bahwa ia sudah lama menginap dirumah nenek dan belum kembali.

Entah siapa yang memberi makan Poki, namun anjing peliharaan Harie tersebut sepertinya tidak mengalami kelaparan, meskipun Harie meninggalkannya dalam waktu yang lama.

Poki sebenarnya anjing peliharaan yang bisa diatur, asalkan cara mengurus dan memanjakannya sesuai dengan anjing peliharaan pada umumnya, intinya jangan telat memberi makan.

Sikap Poki yang suka menyalak dan terkesan beringas, bisa jadi akibat majikannya Harie selalu terlihat marah-marah dan serba curiga, hal apapun bisa menyulut emosi dan membuat Harie tersinggung.

Sebenarnya Poki bukan nama yang diberikan oleh Harie, melainkan sebuah julukan dari anak-anak didesa, karena bunyi gonggongan khas Poki yang berbeda dari anjing-anjing lainnya.

Hingga akhirnya Harie pulang ke desa alas bentala, Poki yang mendengar kabar itupun sangat antusias menyambut majikannya dengan menyalak dan berlari-larian kesana kemari.

Pak hansip yang sudah lama menanti kepulangan Harie, segera bergegas mencari keberadaan Harie untuk diberikan petuah dan peringatan agar tidak lagi menelantarkan Poki.

Harie pun akhirnya melepas rindu dan bermain-main dengan Poki, setelah sekian lama sudah meninggalkan dan tidak mengurus anjing peliharaannya tersebut, namun ternyata Poki tetap setia kepada majikannya.

Pak Hansip yang menyaksikan peristiwa pertemuan tersebut pun haru atas kesetiaan Poki, namun tugas tetaplah tugas dan Harie harus diberikan hukuman dan petuah agar tidak mengulangi kesalahannya.

Namun saat Pak hansip berusaha mendekati Harie, tiba-tiba Poki menyalak dengan kerasnya, menggonggong pada Pak hansip yang baru saja akan menemui majikannya.

Harie yang tidak senang pada Pak hansip yang menggangu waktu bermainnya bersama Poki pun merasa marah, terlebih ia baru saja tiba, bukannya menerima tamu dengan baik, Harie malah melakukan tindakan tidak terpuji.

Dengan jahatnya Harie memerintahkan Poki untuk menggigit Pak hansip, dan Poki pun langsung berlari menerjang seketika itu juga, hingga membuat Pak hansip lari tunggang langgang.

Sayang sekali, ternyata Harie tetaplah Harie yang tidak perduli pada Poki dan hanya memanfaatkannya sekedar untuk melindungi dirinya sendiri.


Kasihan pak hansip...


***


*Baiknya jika memelihara hewan, tidak meninggalkannya terlalu lama, dan memastikan pakan dan kebersihannya terjaga.

*Jangan memerintahkan hewan peliharaan untuk bertindak sembarangan, karena dapat menyakiti orang lain dan hewan tersebut.

*Anak yang baik harus menghormati orang lain, terlebih orang tua.


Indra R, Oct 2020


5 komentar untuk "Harie dan Poki"

  1. Cerita penuh makna 👍👍 aku belum bisa buat cerita anak2 😁

    BalasHapus
  2. Ngadepin asu emang ati2 bukan asal asalan

    BalasHapus
  3. Bermanfaat nih ceritanya☺️👍☕

    BalasHapus
  4. Bang Indra asik banget buat cerita. 😀😀

    BalasHapus
  5. Menikmati ceritamu bang Indra

    BalasHapus

Berlangganan via Email