Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

“Guitar Man”


                                                  Sumber : Unsplash.com


Senja baru saja undur diri 

Saat purnama genit menyapa malam

Pelanggan yang mulai berdatangan 

Hiburan hati adalah harapan


Lelaki paruh baya berdasi, denganku duduk bersebelahan

Seperti kemarin, ceritanya selalu seputar pekerjaan

Ia berkata “ Bisa nyanyikan aku sebuah lagu? Dari Phantom of Opera? Iramanya sedih tapi membuat berdiri bulu kudukku, mengingatkanku akan seorang gadis di masa lalu” 


Ozzy sang bartender adalah karibku

Kerap bermain video game untuk membunuh waktu

Kepandaiannya membuat pelanggan mabuk tak diragukan lagi

Tapi kebodohannya memilih kawan hidup sering terulangi

 

Dia berkata “Pekerjaan ini sesungguhnya tidak tepat untukku”

Sementara matanya melirik wanita bersepatu hak tinggi

“ Aku yakin bisa menjadi pekerja kantoran, masalahnya tinggal tunggu panggilan!”

 

Tepat di depanku itu si Borah, makelar penjual rumah

Akhir-akhir ini ia ingin menulis buku, entah apa iapun belum tahu

Berada di sebelahnya, si Eddy yang katanya sutradara

Tapi filmnya harus tertunda karena kurang dana

 

Dan para pramusajipun hinggap dari meja ke meja, berharap dapat tips tinggi

Politikus yang juga hadir di sana, berusaha mengusir lelah dengan gengsi

Membelikan minuman untuk semua perempuan kesepian

Walau mereka tahu tak seorangpun menemaninya pulang malam ini


Tempat ini memang tidak sesepi kemarin malam

Maklum, sekarang banyak orang yang gajian

Bahkan Manager melemparkan senyum padaku tidak karuan 

Katanya, Akulah magnet Bar ini! Petikan senarku sirami nurani terdalam 


Di telinga mereka, gitarku mengalun bak orkestra biru

Dan kunyanyikan semua lagu yang kutahu

Para pendengarku memeluk minumannya layak soulmate malam itu

Beberapa terlihat menitikkan air mata sendu



Widz Stoops. 11/5/2020 - PC / USA 



 

12 komentar untuk "“Guitar Man”"

Berlangganan via Email