Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bibir Seksi




Sumber gambar

https://pin.it/nhG3Ee3

"Dengan bibir terseksi ini, lelaki itu pasti jatuh di tanganku. Lihat saja dengan mudah dia masuk perangkapku," Wulandari tersenyum penuh misteri.

"Jangan dia sudah punya bini," ujarku.
"Lho,tak apalah bininya tidak cinta sama dia," Wulandari masih ngotot.

"Dirimu kan cantik, masih banyak lelaki lain yang lebih mapan," aku masih mengingatkannya.

"Aku sudah jatuh cinta pada pada pandangan pertama Renta, sudah sulit nih mengusirnya dari hati."

"Masa kamu tega, anak-anaknya masih kecil-kecil, butuh perhatian sang ayah."

"Tenang saja Renta, aku juga sayang anak-anaknya kok, sekaligus aja aku merebut cinta mereka."

"Wulandari, kamu kok tega sih merebut lelaki orang?"

"Bukan merebut tapi menyelamatkan lelakinya dari cinta, aku memiliki cinta yang abadi, sedangkan bininya tidak pernah perhatian, lihat saja, setiap hari di rumahnya jarang dia ada."

"Dia kan sibuk bekerja, sering pulang malam. Tapi yang aku lihat masih berusaha dia menyapa anak-anak."

"Darimana kau tahu?"

"Kemarin ketika aku masuk ke kantornya memberikan laporan. Dia sedang video call sama anaknya."

"Yang penting segala upaya aku berusaha merebut perhatian lakinya."

"Ingat Wulandari kita sesama perempuan janganlah menyakiti," aku masih berusaha melarang Wulandari agar melupakan Tuan Fernando yang di usianya menginjak kepala empat bertambah matang dan macho. Setiap orang yang melihatnya pasti kepincut kecuali aku karena sudah punya si jantung hati dan belahan jiwa yang selalu mencintaiku.

"Tenang aja say, aku pasti bisa merebut perhatiannya." 

"Tapi aku lihat adiknya lebih ganteng ketika kemarin dia datang ke sini," 
"Aku sudah suka sama Fernando, tidak mau yang lain."

"Terserah kamulah, yang penting sudah kuingatkan. Ayo waktu istirahat sudah habis. Kita kerja lagi, laporanku belum selesai.

"Kamu tidak mendukung aku, kan aku juga ingin menikah."

"Sebagai sahabat aku tidak mau kamu jadi duri dalam daging."

"Tapi aku sudah jatuh cinta dan kami sudah sering bersama hanya yang satu itu belum dijamah olehnya. Tapi hubungan kami sudah jauh.

"Ha aaa," aku melongo saja, ceritanya sungguh membuat aku semakin tidak mengerti sifatnya. 

"Sudah ayo kita masuk, nanti aku ceritakan ya."

"Ok ,aku tunggu nanti malam Minggu main ke rumah ya."

Sungguh di luar dugaan Wulandari yang begitu cantik, luwes dan pintar kepincut sama suami orang. Sebisa mungkin aku menyelamatkannya masih banyak lelaki lain yang lebih mapan dan ganteng yang masih single. 


Erina Purba
Bekasi, 04112020



10 komentar untuk "Bibir Seksi"