Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berkebun itu Mudah?

Berkebun itu mudah, katanya. Hanya modal niat, biji tanaman serta tanah yang subur.

Terdengar simple yaa...

Nyatanya sudah sering pula tangan ini gagal menyulap stek mawar menjadi tanaman yang tumbuh subur, berbunga dan berseri. 

Konon ada istilah tangan dingin, yang diartikan: pasti berhasil menanam jenis bibit apapun. Baik dari jenis bunga, sayuran, bahkan palawija

Akhirnya, karena terdorong rasa ingin memiliki halaman yang cantik, saat Pak suami mengajak berburu bibit pohon lengkeng, dipilihlah satu tanaman mawar yang dibawa pulang dengan perasaan suka-cita.

Bagaimana dengan rencana menanam pohon lengkeng?

Untuk sementara, plan A ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Mengingat harga bibit lengkeng di kotaku tercinta, Samarinda, terbilang mahal.

Menurut si bapak penjual bibit, saat ini ada tiga jenis lengkeng yang paling diminati. Tetapi yaitu tadi, harus merogoh kocek cukup dalam untuk mendapatkannya, dengan masa panen sekitar dua tahun dari sekarang. Wahh!

Nah, plan B yaitu membeli bibit bunga.

Foto: pribadi

Tentunya tak bisa dibilang hasil menanam sendiri dong, karena tinggal membawa pulang dan meletakkannya di suatu titik yang disebut taman, berkumpul bersama bunga krokot serta tanaman markisa yang baru mulai mengeluarkan sulur.

Yang dimaksud dengan taman sendiri adalah suatu gundukan dari banyak batuan gunung berukuran kecil-kecil, yang dikumpulkan sedemikian rupa. 

Mengapa di atas gundukan?

Sebenarnya, tidak lain untuk menangkap sinar matahari paling melimpah, mengingat kami tinggal di bawah bukit dengan pohon-pohon menjulang menutup orbit sang surya.

Alasan lain adalah untuk menghindari serbuan rumput-rumput liar yang cepat tumbuh subur di musim hujan seperti sekarang. 

Pucuk dicinta, ulam pun tiba.

Belum genap sebulan, tanaman mawar yang kubeli dengan harga lima belas ribu saja, mulai mengeluarkan kuncupnya yang kira-kira berwarna peach.

Cantik? So pasti dan alhamdulillah.





Foto: pribadi

Bersamaan dengan itu, tanaman kacang hijau yang ditanam anak keduaku, juga mengeluarkan buah pertamanya. Tentu saja anak perempuanku tersebut merasa girang. Telaten menunggu biji-bijinya menua, untuk dijemur sebagai bibit baru lagi.

Foto: pribadi

Lalu wadah-wadah kecil lainnya, yang berisi bibit tanaman kangkung dan cabai, juga nampak mulai tumbuh. Kira-kira karena pengaruh musim hujan, sehingga bibit dapat lebih mudah mengeluarkan tunasnya.

Oya, bunga krokot mawar atau nama lainnya bunga pukul sembilan, kami mempunyai beberapa warna. Yang menanam pun bukan aku, melainkan Pak Suami. Katanya bunga ini cantik, bakalan sering bermekaran warna-warni seperti mauku.

Foto: pribadi

Ah, co cwit nih Pak Suami ❤

Alhamdulillah mengenai keinginan mempunyai halaman yang cantik dengan tanaman bunga, tercapai sudah.



Foto: pribadi

Tapi pameo bahwa berkebun itu mudah, mohon maaf, aku belum membuktikannya.

Bagaimana dengan Anda?



Ayra Amirah
Ayra Amirah Menulis adalah rekreasi tuk hati kita

4 komentar untuk "Berkebun itu Mudah?"

  1. Mba Ari dan mba Ika sama2 suka bunga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul...mbak Dinni😊

      Kalau mbak Dinni sukanya hujan, puisi barunya tentang 'hujan' lagi 🌨☔

      Hapus