Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apakah Harus Menepi?

 

Foap.com


Saatnya menepi dipinggir panggung menyaksikan sebuah lakon percintaan, skenario di buat atas permintaan seorang pemain, tak ada seorangpun yang sanggup menolak tak juga sutradaranya 


Pemain diganti sekehendak hati, panggung ingin dikuasainya, para pemain turun panggung, aturan dilanggar semua, karena ia punya kuasa


Aku hanya terduduk dipinggir panggung menyaksikan semua, sutradara tak berkutik skenario diganti semua


Ah panggung sandiwara di atas pentas panggung sandiwara 


Seperti biasa aku duduk, diam dan menyaksikan semuanya tanpa mampu berbuat apa-apa.


Demi engkau, aku dan dia yang adalah kita, kubasuh air mata dengan doa, karena aku percaya bahwa tiada daya dan upaya tanpa pertolongannya.


Aku, engkau dan dia pernah mengucapkan janji suci atas nama cinta dan cinta karena Tuhan yang menciptan kita bagiku adalah segalanya.


Apapun engkau, kucinta kau dan dia atas nama cinta yang sebenarnya cinta.

Apriani1919
Apriani1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam karena itu membuat aku tiada secara perlahan

4 komentar untuk "Apakah Harus Menepi?"

  1. Aku, engkau dan dia pernah mengucapkan janji suci atas nama cinta dan cinta karena Tuhan yang menciptan kita bagiku adalah segalanya.



    Apapun engkau, kucinta kau dan dia atas nama cinta yang sebenarnya cinta

    Keren, Mbak☺️ saya suka kalimatnya☺️👍

    BalasHapus
  2. Hidup memang panggung sandiwara, dan Cinta kerap jadi skenarionya.

    BalasHapus

Berlangganan via Email