Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Andi Arief Pemuja Buronan Film Porno

 

Andi  Arief  Memperolok SBY dan Memuja Burunan Porno yang Mau Merevolusi Mental

Menarik apa yang dituliskan media negeri jiran mengenai status Rizieq Shihab. Media tersebut memberikan judul, porn fugitive, dalam terjemahan bebasnya buronan aksi pornoisme. Mau pornoaksi atau pornografi, tidak menjadi pembahasan. Yang jelas aksi porno dan mau merevolusi moral, tambahan yang memalukan sejatinya.

Pada saat yang sama, Andi Arief sebagai bagian dan organ penting pemenangan pemilu Demokrat, memuja Rizieq yang disambut meriah dengan perusakan dan melanggar aturan. Hal yang bisa dikupas pada artikel lain.Kali ini fokus pada soal pujian Andi Arief namun sekaligus mengatakan SBY big bossnya sendiri kalah jauuuuh.

Ia mengatakan kalau sambutan Rizieq itu luar biasa, bahkan Sukarno sekalipun belum pernah disambut dengan massa seperti itu.Lagi-lagi,  tentu bukan ini yang mau menjadi bahasan pokok. Jika Sukarno saja tidak, apalagi SBY. Maunya merendahkan Sukarno dan Jokowi, malah menampakan bosnya sendiri ada pada bagian bawah dari sekadar Rizieq.

Memilukan sebenarnya melihat dan menyaksikan kehebohan atau kebodohan kemarin itu? Mana bisa orang melanggar aturan, norma waras malah mendapat sanjungan besar, dan pada saat yang bersamaan menistakan Jokowi dan aparat yang sudah bekerja keras.

Apa yang akan terjadi jika aparat melakukan tindakan  sedikit saja tegas adalah kekacauan yang jauh lebih besar. Bandara itu obyek vital negara, ibukota lagi. Akibat yang terjadi sangat di luar nalar.  Itu memang yang dimaui oleh para barisan sakit hati, penyuka keadaan kacau, dan para mafia yang tercekik kelaparan.

Semua gagal total sebagaimana demo-demo yang terjadi selama ini. Pancingan  yang selalu diulang-ulang itu akan dengan mudah dipahami dan dipatahkan dengan relatif mudah. Risikonya memang besar bagi Jokowi dan pemerintah. Syukur bahwa Jokowi itu bukan pemimpin cengeng modalpencitraan dan takut buruk dalam pandangan sesaat.

Maunya memperolok pihak lain, malah menepuk air di dulang, terpecik muka sendiri. Berkali ulang, perilaku mereka ini mempermalukan diri sendiri. Belum lama ngamuk, meradang, menuntut pemerintah mengatakan siapa dalang dan tidak terima Demokrat dituding sebagai dalang demo. Lha padahal tidak ada yang mengatakan Demokrat apalagi SBY, lha baju biru saja tidak ada kog mengatakan itu.

Apakah sinetron Azab itu Tidak Lama juga terbukti dalam perilaku mereka? Tuh jadwal acara penyambutan Rizieq ada berakhir pada Cikeas. Kog mereka diam saja, tanpa bantahan atau klarifikasi? Hayo ngaku saja.

Tidak ada yang menuding ngamuk, pas ditulis dengan lugas diam saja. Lha maunya apa sih keluarga Nobita ini? Mempermalukan pihak lain terus, tanpa mau tahu keadaan sudah berubah jauh.

Pujian pada Buron Porno

Apakah besok para laskar akan mengadakan klarifikasi soal istilah ini dengan pemburu penyuka porno, sebagaimana bayan safar, yang aslinya deportasi menjadi surat izin keluar. Lha bagaimana tidak, ayat suci saja mereka tafsirkan sesukanya, apalagi istilah teknis perundangan. Mereka ahli tafsir tapi ngaco.

Membayangkan, jika itu media di sini yang membuat judul buronan porno akan seperti apa jadinya. Kantor dibakar, wartawannya dihajar, dan pasti akan dituntut ke pengadilan dan demo berjilid-jilid. Jangan-jangan ini Australia mau membuat masalah dengan mengambil judul demikian, biar kedutaan di demo dan jadi rusuh?

Baguslah jika berdemo ke kedutaan Australia, berani tidak demo kedutaan KSA, yang sudah menendang Rizieq Shihab?  Atau tidak paham dengan apa yang terjadi. Miris kebodohan yang absolut.

Orang seperti ini yang dipuja-puja Andi Arief? Pembandingnya pun Bung Karno. Perlu dilakukan genderal cek up, apakah posisi otak Andi masih pada tempatnya. Apanya coba yang menjadi bahan untuk mendukung?

Atau malah ada peran si biru dalam aksi kemarin? Biasanya mereka riuh rendah dan mendukung itu karena terlibat, setelah sadar mencabut namun belepotan. Ingat, mencabut ketela tidak akan bisa mulus, karena ke mana-mana. Ingat ini era media, rekaman dengan sangat mudah didapatkan.

Layak ditunggu, klarifikasi alumni monaslimin mengenai buronan porno dan Andi Areif yang memuja Rizieq. Apakah akan ngeles seperti biasanya? Atau karena ngebet berkuasa dan kemudian ngaco ke mana-mana.

Pilihan suram sudah ditancapkan, ketua pemenanannya saja tidak meyakinkan, dengan nahkoda yang amatiran, makin suram laju Demokrat. Mentornya hanya marah-marah melihat langkah limbung partai yang sempat sejenak berkibar.

Mereka lupa, bagaimana adanya hukum timbal balik, apa yang kalian lakukan akan juga menimpa diri sendiri. Perilaku ugal-ugalan memerintah dengan gagal total itu kini semua terkuak. Mereka marah dan mau menutupi keburukan itu dengan mau mengganti Jokowi, yang dianggap membuka kedok mereka.

Copasan. Sama sekali tidak kreatif, aksi dan perilaku mereka hanya copas terus. Mudah dibaca. Omong, salah, ditarik, tidak ada yang menuduh, ngamuk, dan menuding ke mana-mana, tantrum yang dilakukan bayi tua tanpa makna.

Rakyat sudah cerdas, siapa yang tulus, siapa yang tamak, janganlah makin bodoh di tengah majunya anak negeri ini.  Pujian pada kriminal dan malah mengolok presiden dan bos sendiri.  Gak malu tuh orang elit  partai meludahi cangkir kopinya?

Salam Kasih

Susy Haryawan

 

6 komentar untuk "Andi Arief Pemuja Buronan Film Porno"