Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Yuk Tanam Cabai Rawit!

Yuk Tanam Cabai Rawit. Dok. Ozy V. Alandika

Yuk Tanam Cabai Rawit. Dok. Ozy V. Alandika

Hai semua, kalian semua pada suka makan cabai, kan? Maksudku, makan cemilan, gorengan, nasi atau jajanan lainnya yang disertai dengan olahan cabai. Nah, pasti dong, ya. ya kan!

Di tengah suasana pandemi ini, rasanya harga kebutuhan pokok seperti cabai bakal naik turun. Demi memudahkan kita semua untuk menikmati sambal, ada baiknya kita mulai bertanam cabai sendiri di dekat rumah.

"Aku kan gak punya lahan!"

Oh, tidak masalah. Kita bisa memanfaatkan pekarangan sempit di samping rumah. Menanam cabai itu sejatinya tidak susah kok. Kita hanya perlu siapkan bibit, polybag, sejumput tanah, dan secuil pupuk.

Yuk Tanam Cabai Rawit. Dok. Ozy V. Alandika

Kalau kalian susah nyariin polybag, maka tak perlu bersedih hati. Kita hanya perlu cari bekas bungkusan mi instan siap saji. Ada kan? Yang berbentuk pot alias ember mini itu loh. Pasti kita semua sering jajan ini.

Yuk Tanam Cabai Rawit. Dok. Ozy V. Alandika
Yuk Tanam Cabai Rawit. Dok. Ozy V. Alandika
Yuk Tanam Cabai Rawit. Dok. Ozy V. Alandika
Atau, kalian jajan mi instannya enggak banyak-banyak karena takut ususnya tersiksa? Tenang, bibit cabai rawit juga bisa kita semai dan tanam menggunakan wadah karung semen. Karung semen sejatinya cukup awet walau diterpa hujan, panas, dan badai. Maka dari itulah, karung ini sangat baik untuk melindungi "anak-anak" cabai.
Yuk Tanam Cabai Rawit. Dok. Ozy V. Alandika
Yuk Tanam Cabai Rawit. Dok. Ozy V. Alandika
Kalau kalian punya lahan, sebenarnya malah bagus. Tak perlu luas-luas hingga berpuluh kaveling. Cukup sediakan lahan sekitar 2-3 bedeng saja kita bisa mulai menanam cabai. 
Hebatnya, cabai baik rawit maupun cabai panjang bisa hidup berdampingan dengan tanaman terong, sawi, hingga singkong. Lha, kok singkong juga? 

Ya, khusus untuk cabai rawit, lebih suka hidup dalam teduh. Ahay! Maksudku, cabai rawit juga suka tumbuh di di area yang tidak langsung terkena cahaya matahari.
Yuk Tanam Cabai Rawit. Dok. Ozy V. Alandika
Lalu, pupuknya bagaimana? Khusus untuk cabai rawit, tanaman ini enggak rewel loh. Aku sendiri hanya menggunakan pupuk kambing untuk menumbuh-kembangkan cabai. Kalau kalian tidak pelihara hewan ternak, buat saja pupuk kompos dari dedaunan. Cara ini mantap juga.
Yuk Tanam Cabai Rawit. Dok. Ozy V. Alandika
Nah, kalau sudah ditanam, panennya kapan? Tidak perlu tunggu lama-lama. Dalam waktu 3 bulan sejatinya cabai rawit sudah bisa dipanen. Biasanya, cabai rawit langsung dipetik ketika mentah, kan? Begitulah. Bahkan, tiap hari bisa kita comot 5-20 butir cabai demi masak mi instan. Upps

Dan hebatnya lagi, cabai rawit yang kita tanam di dekat rumah bisa bertahan hingga 2 tahun. Bayangkan, selama 2 tahun kita tak perlu beli cabai. Kan bahagia para Emak! 
Jadi, sewaktu senggang, kita sempatkan untuk tanam cabai ya. Semangat Kakaks 💪😊

6 komentar untuk "Yuk Tanam Cabai Rawit!"

Berlangganan via Email