Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ujian Berat Barcelona di Kandang Juventus

Ronald Koeman (Foto Marca.com) 
 

Dalam pekan-pekan terakhir ini klub Barcelona mengalami berbagai ujian berat. Terutama kekalahan mereka dalam laga El Clasico 1-3 melawan Real Madrid di kandang sendiri, Stadion Camp Nou. 

Kekalahan tersebut tentu saja mempengaruhi suasana tim, ketika mereka harus bertamu ke Turin dalam laga fase grup Liga Champions melawan Juventus, pada Kamis (29/10/20) pukul 02.30 WIB dini hari. Lionel Messi dan skuad Blaugrana harus mampu bangkit dari mental yang jatuh akibat kalah dari Los Blancos di laga El Clasico. Apakah mereka mampu? 

Barcelona berada di grup G bersama Juventus (Italy), Dynamo Kyiv (Ukraine) dan Ferencvaros (Hungaria). Saat ini Barca masih memimpin klasemen di grup G dengan kemenangan 5-1 atas klub juara Hongaria, Ferencvaros. Sementara di posisi ke-2 Juventus setelah menang 2-0 atas Dynamo Kyiv. 
Mereka sama-sama mengumpulkan 3 poin. Pada posisi tersebut Barcelona harus berupaya minimal menahan imbang tuan rumah Juventus agar tetap berada sebagai pemuncak klasemen grup G. Walaupn sebenarnya kedua tim ini sangat diunggulkan lolos dari grup ini ke babak 16 besar, namun laga mereka tetap sangat menarik ditunggu. 

Sebenarnya laga ini sudah banyak ditunggu penggemar sepakbola. Hal ini karena pertemuan Juventus dengan Barelona adalah kembali bertemunya dua super star Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Namun sangat disayangkan pertemuan mereka belum bisa terjadi dalam laga ini. 
Cristiano Ronaldo akan melewatkan reuni yang ditunggu-tunggu dengan Lionel Messi setelah tes positif Covid-19. Hal ini yang membuatnya absen dari pertandingan Liga Champions antara klubnya, Juventus melawan Barcelona. 

Sejauh ini Ronaldo telah mengisolasi diri sejak dinyatakan positif saat menjalani laga internasional bersama Portugal pada 13 Oktober 2020 lalu. Ronaldo dan Messi, belum pernah lagi saling berhadapan sejak Ronaldo pindah ke Juventus pada Juli 2018. 

Sebenarnya untuk menghadapi laga ini, Ronaldo juga menjalani pengujian lebih lanjut dalam upaya untuk membuktikan kebugarannya menjelang pertandingan, namun gagal untuk mendapatkan hasil tes negatif 24 jam sebelum kick-off. Selain Ronaldo, Juventus juga harus kehilangan Giorgio Chiellini dan Matthijs de Ligt. Begitu pula dengan Weston McKennie kemungkinan akan absen. Pirlo juga masih meragukan kebugaran bek Leonardo Bonucci. 

Sementara Paolo Dybala diharapkan bisa tampil setelah memulai pertandingan pertamanya musim ini melawan Hellas Verona pada akhir pekan lalu. 
Untuk kubu Barcelona, tidak akan diperkuat Gerard Pique yang diskors karena kartu merah saat melawan Ferencvaros pada matchday 1. Marc-Andre ter Stegen, Samuel Umtiti dan Philippe Coutinho juga absen karena cedera. Neto diperkirakan akan terus menjadi penjaga gawang Blaugrana selama Stegen belum pulih. 

Uniknya dari kedua tim akan ditemui wajah-wajah yang familiar seperti Miralem Pjanic yang sekarang memperkuat Barcelona. Sebaliknya gelandang Juventus Arthur telah beralih dari Barcelona pada musim panas yang lalu. Demikian pula dengan kiper Neto yang juga pernah bermain untuk tim Italia itu sebelum pindah ke Barca. 

Manajer Juventus Andrea Pirlo dalam jumpa pewarta seperti rilis UEFA.com (26/10/20) berkata: "Ada banyak pemain hebat di Barca, meski beberapa absen. Kunci bagi kami adalah keinginan dan determinasi. Ini akan sulit, tapi indah.” “Selama 15 tahun, Messi dan Cristiano telah melakukan hal-hal hebat. Untuk pertama kali, saya akan mengambil Messi sebagai pelatih. Saya akan memperlakukannya dengan rasa hormat yang sangat layak dia dapatkan.” 

Ungkapan Pirlo yang menggambarkan rasa hormat kepada Messi menunjukkan saling menghargai kemampuan mereka sebagai pesepakbola. 

Melalui situs UEFA.com tersebut, Manajer Barcelona,Ronald Koeman berkata: "Ini pertandingan antara dua tim hebat, kami sangat menghormati Juve dan ini akan menjadi pertandingan tingkat tinggi.” 

Menurut Koeman, Juventus adalah tim yang hebat di Eropa. Mereka akan sering absen, tetapi mereka tahu bagaimana mendominasi permainan, berkat para pemain mereka dengan kualitas tinggi. Koeman menyebut pemain asal Argentina, Dybala sebagai pemain yang hebat. Juga Alvaro Morata, mantan pemain Madrid ini sebagai pemain yang tahu bagaimana mencetak gol. 

Saling memuji antara dua pelatih adalah suatu hal yang positif. Mereka saling memupuk rasa hormat dengan kemampuan masing-masing. Hasil imbang dalam laga ini adalah hal yang cukup adil untuk kedua tim. Selamat bertanding Si Nyonya Tua, Vecchia Signora dan Blaugrana. 

Salam hangat dan sehat selalu @hensa

6 komentar untuk "Ujian Berat Barcelona di Kandang Juventus "