Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Titik-Titik Sepi Ingin Kuhanyutkan Bersama Rintik Hujan


             ilustrasi hujan. (Liputan6)

Gelora di hati mengayun kesedihan
Dalam kesendirian tanpa pesan
Bahwa sesungguhnya sebuah keberadaan
Sangat kunantikan kehadiranmu teman

Jangan pergi begitu saja dan berlalu
Tanpa mengindahkan hati yang pilu
Sedang merasakan perihnya sembilu
Terlebih kepergianmu demi masa lalu

Pedih ini ingin kuhanyutkan bersama rintik hujan
Lara ini ingin kutitipkan dalam gelayut mendung di angkasa
Sehingga tak lagi ada rasa jemu menghujam kenangan
Terlupakan segala pahit karena pergimu sahabat pena

Seandainya hujan ini tahu
Bahwa titik-titik sepiku sangat mengganggu
Ingin sekali sekadar kutitipkan padamu
Agar tak lagi menggelisahkan kalbu

...
#PuisiHatiAriBudiyanti
Written by Ari Budiyanti
26 Oktober 2020

Ari Budiyanti
Ari Budiyanti life is grace

14 komentar untuk "Titik-Titik Sepi Ingin Kuhanyutkan Bersama Rintik Hujan"

Apriani1919 26 Oktober 2020 18.02 Hapus Komentar
Mantap
Tonny Syiariel 26 Oktober 2020 18.16 Hapus Komentar
Always mantul. 👍👍👍
Yana 26 Oktober 2020 18.23 Hapus Komentar
Syahdu gemes suasananya.
Meduster 26 Oktober 2020 19.08 Hapus Komentar
Keren mba Ari
Widz Stoops 28 Oktober 2020 04.59 Hapus Komentar
Hujan kadang mendatangkan keromantisan kadang juga kesenduan.
Warkasa1919 28 Oktober 2020 12.50 Hapus Komentar
Keren,Mbak☺️👍
Katedrarajawen 29 Oktober 2020 10.57 Hapus Komentar
Hujan selalu dirindukan di kala Kemarau

Salam 🙏 sehat mbak Ari
Ari Budiyanti 20 November 2020 17.33 Hapus Komentar
terimakasih mbak Dinni, salam puisi
Ari Budiyanti 20 November 2020 17.33 Hapus Komentar
terimakasih Pak Tonny, salam puisi
Ari Budiyanti 20 November 2020 17.33 Hapus Komentar
terimakasih mbak Yana, salam puisi
Ari Budiyanti 20 November 2020 17.34 Hapus Komentar
terimakasih bu Ester, salam puisi
Ari Budiyanti 20 November 2020 17.35 Hapus Komentar
terimakasih mbak Widz, salam puisi
Ari Budiyanti 20 November 2020 17.35 Hapus Komentar
terimakasih Pak Warkasa, salam puisi
Ari Budiyanti 20 November 2020 17.35 Hapus Komentar
terimakasih Pak Katedra, salam puisi

Berlangganan via Email